Senin, 22 Agustus 2016

My Favorite Novel...


Hye guys.. udah lama gk nyampah di blog nih, setelah liburan semester 2 yang panjang dan rehat dari tugas-tugas kuliah yang bejimun banyaknya jadi agak males untuk buka laptop dan nyampah di blog. Hhheee......!!

 Kali ini aku mau share about novel yang telah aku baca, sebenarnya ini novel lama tapi berhubung waktu itu gk ada kerjaan aku coba untuk baca lagi novelnya, i like this novel bisa dibilang novel ini adalah novel favorite aku. Gk pernah bosen untuk di baca berulang kali, penulisnya sih bilang kalau isi cerita novelnya diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang perempuan, judulnya “Prahara Asmara” yang di tulis oleh mba Zara Zettir ZR.

 Dalam novel ini banyak banget kata-kata yang bagus yang bisa memotivasi kehidupan kita sehari-hari. Banyak yang bilang pengalaman adalah pelajaran paling berharga, gk harus pengalaman yang udah kita alami sendiri tapi dari pengalaman orang lain pun kita bisa menjadi pelajaran yang berhargakan and anything can make  motivation for us. So aku gk promosiin novel ini untuk kalian beli dan baca,  but aku mau sharing aja kata-kata yang menurut aku bagus  yang ada di dalam novel ini.

   Novel ini menceritakan tentang seorang perempuan yang bernama Inneke atau serig disebut dinovel ini Keke, ia menjalani kehidupan yang sangat berliku. Yang berawal dari dibuangnya keke oleh orang tuanya lalu di selamatkan oleh seorang ibu yang sederhana bernama mamih Acih, bagi Keke mamih Acih adalah juru selamatnya yang pertama  saat itu, iapun menjalani kehidupan yang normal seperti anak seumurannya, namun kehidupannya berubah setelah Keke di taksir oleh anak pak ustadz dan Bu jihan, Rudi  yang keluarga nya terpandang dikampungnya dan kemudian mereka pun di nikahkan bawah tangan karena umur Keke masih terbilang sangat muda. Disaat itu Keke harus putus sekolah dan tinggal bersama suaminya  sementara itu juga ia harus  meninggalkan Mamih acih yang telah mengurusnya dari kecil.



Rudi suaminya masih melanjutkan sekolah namun Keke harus menjadi istri yang harus melayani suami dengan baik, Setalah beberapa bulan menikah Keke hamil, Rudi suaminya jarang sekali pulang kerumah setelah Keke hamil, sembilan bulan pun berlalu Keke melahirkan anak yang dikandungnya tanpa dia melihat wajah sang bayi seperti apa, Keke di telantarkan oleh keluarga Rudi yang memang pada awalnya Bu Jihan ingin sekali mempunyai anak perempuan, dengan itu ia cepat cepat ingin rudi menikah dengan Keke, tak disangka oleh Keke bahwa ternyata Bu Jihan dan Rudi telah tega melantarkan dirinya seorang diri disebuah rumah tempat tinggalnya bersama rudi saat menikah yang ternyata hanya rumah kontrakan yang sengaja disewa oleh Bu Jihan untuk Keke saat mengandung cucunya. Sementara mamih acih tidak ada kabarnya lagi.

Singkat cerita Keke hidup karena ada beberapa juru penyelamat yang menyelamatkan kehidupannya dari lubang penderitaan demi lubang penderitaan berikutnya, sampai ia bisa hidup enak dan layak di kanada saat ini. Inneke dikaruniayi wajah dan tubuh yang cantik jelita bak bidadari, karena kecantikan yang dimilikinya ia bisa menjadi seorang wanita yang terpandang walau lika liku perjalanan menuju seperti itu sangatlah butuh proses dan menyakitkan.  Inneke selalu merawat tubuh nya dengan produk-produk ternama, semua itu bukan didapat tanpa pengorbanan, pengorbanan waktu dan juga uang tentunya. Inneke tidak suka menggunakan kata “pengorbanan” untuk semua ritual kecantikannya. Kecantikan baginya adalah semacam investasi, investasi masa depan. Jadi ‘pengorbanan bukannlah istilah yang tepat. Ia menyebutnya sebagai “kewajiban” sebagai manusia kita wajib menghargai karunia Tuhan. Menjaga bahkan menyempurnakannya.

Filsafat hidup mamih Acih yang selalu teringat di benak Keke yaitu “Nerimo” kata orang Jawa. Yang sudah lewat, ya, dilupakan saja. yang belum datang alias hari esok dan masa depan juga tidak perlu dipikirkan. Terlalu banyak pikiran membuat manusia stres. Terlalu banyak rencana, mimpi, keinginan, semua yang belum terjadi, hanya akan menambah beban kita hari ini. Jadi buat apa dipikirkan ? masa lalu dan masa depan itu tidak penting, yang penting adalah: Hari ini. Soalnya tidak ada manusia yang tahu, sampai kapan ia diizinkan  hidup oleh Yang Maha Kuasa. 
Buat apa susah-susah menysusun rencana masa depan kalau kita sendiri belum tentu akan sampai di masa depan itu ?

Sifat manusia, kalau keinginannya belum tercapai, segala cara akan dilakukan untuk memiliki apa yang diinginkan. Setelah benda itu menjadi milik kita, seolah-olah maknanya lenyap. Benda itu hanya teronggok disudut gudang. Berdebu. Tak lagi menggairahkan seperti dulu, sebelum kita memilikinya. Pepatah bilang, rumput di rumah tetangga selalu lebih hijau ketimbang rumput dihalaman sendiri. Pepatah itu benar sekali. Paling tidak benar menurut Keke, sebab ia mengalaminya. Ia merasa menjadi barang antik yang disimpen dipojokan saat menikah dengan rudi dulu.
Kata-kata Ijun ( ijun adalah juru penyelamat Keke yang terakhir) kembali terngiang direlung hati Inneke. Lelaki itu seperti hujan. Datang dan pergi tanpa permisi. Kadang disertai kilatan petir yang berbahaya, kadang menyebabkan penyakit, seperti hujan membawa flu dan demam. Membuat kita panas dingin. Tapi ketika hujan turu, hal pertama yang kita rasakan adalah kesegaran. Tanpa air tak ada kehidupan di muka bumi ini. Benih-benih di tanah gak bakal tumbuh hanya dengan sorotan matahari. Semua makhluk hidup membutuhkan hujan. Bahkan sebagian adat sitiadat memuja hujan. Memiliki musik, tarian-tarian dan upacara untuk mengundang hujan ke bumi. Demikian juga perempuan dengan laki-laki bumi membutuhkan hujan. Tanpa laki-laki tak ada benih kehidupan baru. Tapi seperti halnya hujan yang bisa membawa bencana banjur dan tanah longsor. Lelaki juga bisa menjadi malapetaka bagi perempuan. Apalagi kalau datang dan pergi seperrti hujan.

Hidup seperti asap rokok. Dihisap karena nafsu dan harapan untuk menikmati kehidupan, tapi kadang bikin dada sesak waktu menghisap. Tapi dengan mudah asap bisa kita hembuskan keluar, sesak didada dan semua penyebab ikut hilang, bergulung dengan asap yang keluar dari paru-paru kita. Dan gulungan asap di udara lama-lama akan sirna tak kelihatan lagi. Seperti itulah Inneke melihat kehidupan. Kenikmatan, setres, problema semua hanya perkara sederhana. Sesederhana proses merokok. Hisap. Telan, buang, hilang. Namun ia teringat pada masa lalunya, masa lalu yang sudah lama dibakarnya seperti sampah, dikubur dalam-dalam lebih dalam dari liang kuburan. Masa lalu yang tidak lagi punya arti baginya. Tapi kenapa hari ini ia teringat lagi ? kalau begitu artiinya selama ini ia hanya membohongi dirinya sendiri. Bukannya lupa tapi pura-pura lupa.  Sekian lama.. sekian tahun.. sekian ribu rokok dihisapnya. Selama itukah ia sudah hidup dalam kebohongan.
hidup adalah petualangan. Masa lalu bukan lagi milik kita. Masa depan juga belum tentu milik kita. Satu-satunya yang betul milik kita adalah... sekarang. Hari ini. Detik ini. Momen ini....”
“ aku udah cape, jun. Cape mikirin masa lalu. Cape mengkhawatrikan massa depan. Capek mengatur segala rencana dan strateg supaya terhindar dari sakit hati dan penyesalan. Buat apa juga kita kuatir dan mikirin yang belum terjadi? Aku udah kebanyakan mikir, saking kebanyakan mikir, hal-hal indah yang ada didepan mata jadi terlewatkan begitu saja. hal-hal yang sesungguhnya bisa aku nikmati jadi sia-sia. Aku mau menikmati hidup, aku mau berhenti mikirng. Berhenti kuatir. Berhenti takut. What ever will be will be. Ngak ada yang tau masa depannya, kan?” ujarnya panjang lebar.
Inneke tahu bahwa yang bagus dan jelek, semua akan berlalu. Di dunia ini gk ada yang abadi. Semua berputar, semua datang dan pergi, semua berubah, yang bagus jadi jelek. Yang jelek jadi bagus. There is nothing we can do about it. Kalau kita sudah sadar kita gk bisa mengontrol kehiudpan dan masa depan, buat apa kuatir ? buat apa takut ? takut dan kuatir Cuma buang-buang waktu.
“hening memberikan ketenangan untuk menyelesaikan segala problema. Pikiran hanya memberikan tanda tanya yang justru bisa memperpanjang, membiaskan dan memperberat segala problema. Kita pikir dengan berpikir kita akan menemukan solusi. Nyatanya hanya setres dan frustasi yang kita dapatkan. Kita pikir, istirahat hanya pekerjaaan orang yang malas berpikir dan bodoh. Kenyataannya?”

Dari penggalan kata-kata yang dikutif dari novel tersebut buat aku ada benernya juga, kita kadang suka sibuk memikirkan hal yang belum terjadi, sibuk memikirkan dan merencakan masa depan sampai moment saat ini kita lewatkan begitu saja. so makasih banyak udah mampir ke blog aku untuk baca, semoga bermanfaat dan kalian yang kepo dan ingin tau gimana sih kehidupan Inneke coba baca novelnya. Novel ini udah lumayan lama. di terbitin pada tahun 2009. Mungkin udah jarang juga di toko buku atau kalian yang pengen cari novelnya bisa cari di blok M, disana banyak toko buku bekas. Semoga masih ada.hhhee

See u guys...... ^,^ bye



  

2 komentar: