Hye guys..
udah lama gk nyampah di blog nih, setelah liburan semester 2 yang panjang dan
rehat dari tugas-tugas kuliah yang bejimun banyaknya jadi agak males untuk buka
laptop dan nyampah di blog. Hhheee......!!
Kali ini aku mau share about novel yang telah
aku baca, sebenarnya ini novel lama tapi berhubung waktu itu gk ada kerjaan aku
coba untuk baca lagi novelnya, i like this novel bisa dibilang novel ini adalah
novel favorite aku. Gk pernah bosen untuk di baca berulang kali, penulisnya sih
bilang kalau isi cerita novelnya diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang
perempuan, judulnya “Prahara Asmara” yang di tulis oleh mba Zara Zettir ZR.
Rudi suaminya
masih melanjutkan sekolah namun Keke harus menjadi istri yang harus melayani
suami dengan baik, Setalah beberapa bulan menikah Keke hamil, Rudi suaminya
jarang sekali pulang kerumah setelah Keke hamil, sembilan bulan pun berlalu
Keke melahirkan anak yang dikandungnya tanpa dia melihat wajah sang bayi
seperti apa, Keke di telantarkan oleh keluarga Rudi yang memang pada awalnya Bu
Jihan ingin sekali mempunyai anak perempuan, dengan itu ia cepat cepat ingin rudi
menikah dengan Keke, tak disangka oleh Keke bahwa ternyata Bu Jihan dan Rudi
telah tega melantarkan dirinya seorang diri disebuah rumah tempat tinggalnya bersama
rudi saat menikah yang ternyata hanya rumah kontrakan yang sengaja disewa oleh
Bu Jihan untuk Keke saat mengandung cucunya. Sementara mamih acih tidak ada
kabarnya lagi.
Singkat cerita
Keke hidup karena ada beberapa juru penyelamat yang menyelamatkan kehidupannya
dari lubang penderitaan demi lubang penderitaan berikutnya, sampai ia bisa
hidup enak dan layak di kanada saat ini. Inneke dikaruniayi wajah dan tubuh
yang cantik jelita bak bidadari, karena kecantikan yang dimilikinya ia bisa
menjadi seorang wanita yang terpandang walau lika liku perjalanan menuju
seperti itu sangatlah butuh proses dan menyakitkan. Inneke selalu merawat tubuh nya dengan
produk-produk ternama, semua itu bukan didapat tanpa pengorbanan, pengorbanan
waktu dan juga uang tentunya. Inneke tidak suka menggunakan kata “pengorbanan”
untuk semua ritual kecantikannya. Kecantikan baginya adalah semacam investasi,
investasi masa depan. Jadi ‘pengorbanan bukannlah istilah yang tepat. Ia
menyebutnya sebagai “kewajiban” sebagai manusia kita wajib menghargai karunia
Tuhan. Menjaga bahkan menyempurnakannya.
Filsafat hidup
mamih Acih yang selalu teringat di benak Keke yaitu “Nerimo” kata orang Jawa. Yang sudah lewat, ya, dilupakan saja. yang
belum datang alias hari esok dan masa depan juga tidak perlu dipikirkan.
Terlalu banyak pikiran membuat manusia stres. Terlalu banyak rencana, mimpi,
keinginan, semua yang belum terjadi, hanya akan menambah beban kita hari ini.
Jadi buat apa dipikirkan ? masa lalu dan masa depan itu tidak penting, yang
penting adalah: Hari ini. Soalnya tidak ada manusia yang tahu, sampai kapan ia
diizinkan hidup oleh Yang Maha Kuasa.
Buat apa susah-susah menysusun rencana masa
depan kalau kita sendiri belum tentu akan sampai di masa depan itu ?
Sifat manusia,
kalau keinginannya belum tercapai, segala cara akan dilakukan untuk memiliki
apa yang diinginkan. Setelah benda itu menjadi milik kita, seolah-olah maknanya
lenyap. Benda itu hanya teronggok disudut gudang. Berdebu. Tak lagi
menggairahkan seperti dulu, sebelum kita memilikinya. Pepatah bilang, rumput di rumah tetangga selalu lebih hijau ketimbang
rumput dihalaman sendiri. Pepatah itu benar sekali. Paling tidak benar
menurut Keke, sebab ia mengalaminya. Ia merasa menjadi barang antik yang
disimpen dipojokan saat menikah dengan rudi dulu.
Kata-kata Ijun
( ijun adalah juru penyelamat Keke yang terakhir) kembali terngiang direlung
hati Inneke. Lelaki itu seperti hujan. Datang dan pergi tanpa permisi. Kadang
disertai kilatan petir yang berbahaya, kadang menyebabkan penyakit, seperti
hujan membawa flu dan demam. Membuat kita panas dingin. Tapi ketika hujan turu,
hal pertama yang kita rasakan adalah kesegaran. Tanpa air tak ada kehidupan di
muka bumi ini. Benih-benih di tanah gak bakal tumbuh hanya dengan sorotan
matahari. Semua makhluk hidup membutuhkan hujan. Bahkan sebagian adat sitiadat
memuja hujan. Memiliki musik, tarian-tarian dan upacara untuk mengundang hujan
ke bumi. Demikian juga perempuan dengan laki-laki bumi membutuhkan hujan. Tanpa
laki-laki tak ada benih kehidupan baru. Tapi seperti halnya hujan yang bisa
membawa bencana banjur dan tanah longsor. Lelaki juga bisa menjadi malapetaka
bagi perempuan. Apalagi kalau datang dan pergi seperrti hujan.
Hidup seperti
asap rokok. Dihisap karena nafsu dan harapan untuk menikmati kehidupan, tapi
kadang bikin dada sesak waktu menghisap. Tapi dengan mudah asap bisa kita
hembuskan keluar, sesak didada dan semua penyebab ikut hilang, bergulung dengan
asap yang keluar dari paru-paru kita. Dan gulungan asap di udara lama-lama akan
sirna tak kelihatan lagi. Seperti itulah Inneke melihat kehidupan. Kenikmatan,
setres, problema semua hanya perkara sederhana. Sesederhana proses merokok. Hisap. Telan, buang, hilang. Namun ia
teringat pada masa lalunya, masa lalu yang sudah lama dibakarnya seperti
sampah, dikubur dalam-dalam lebih dalam dari liang kuburan. Masa lalu yang
tidak lagi punya arti baginya. Tapi kenapa hari ini ia teringat lagi ? kalau
begitu artiinya selama ini ia hanya membohongi dirinya sendiri. Bukannya lupa
tapi pura-pura lupa. Sekian lama..
sekian tahun.. sekian ribu rokok dihisapnya. Selama itukah ia sudah hidup dalam
kebohongan.
“ hidup adalah petualangan. Masa lalu bukan
lagi milik kita. Masa depan juga belum tentu milik kita. Satu-satunya yang betul
milik kita adalah... sekarang. Hari ini. Detik ini. Momen ini....”
“ aku udah cape, jun. Cape
mikirin masa lalu. Cape mengkhawatrikan massa depan. Capek mengatur segala
rencana dan strateg supaya terhindar dari sakit hati dan penyesalan. Buat apa
juga kita kuatir dan mikirin yang belum terjadi? Aku udah kebanyakan mikir,
saking kebanyakan mikir, hal-hal indah yang ada didepan mata jadi terlewatkan
begitu saja. hal-hal yang sesungguhnya bisa aku nikmati jadi sia-sia. Aku mau
menikmati hidup, aku mau berhenti mikirng. Berhenti kuatir. Berhenti takut.
What ever will be will be. Ngak ada yang tau masa depannya, kan?” ujarnya
panjang lebar.
Inneke tahu bahwa yang bagus dan
jelek, semua akan berlalu. Di dunia ini gk ada yang abadi. Semua berputar,
semua datang dan pergi, semua berubah, yang bagus jadi jelek. Yang jelek jadi
bagus. There is nothing we can do about it. Kalau kita sudah sadar kita gk bisa
mengontrol kehiudpan dan masa depan, buat apa kuatir ? buat apa takut ? takut
dan kuatir Cuma buang-buang waktu.
“hening memberikan ketenangan untuk menyelesaikan segala problema.
Pikiran hanya memberikan tanda tanya yang justru bisa memperpanjang, membiaskan
dan memperberat segala problema. Kita pikir dengan berpikir kita akan menemukan
solusi. Nyatanya hanya setres dan frustasi yang kita dapatkan. Kita pikir,
istirahat hanya pekerjaaan orang yang malas berpikir dan bodoh. Kenyataannya?”
Dari penggalan
kata-kata yang dikutif dari novel tersebut buat aku ada benernya juga, kita
kadang suka sibuk memikirkan hal yang belum terjadi, sibuk memikirkan dan
merencakan masa depan sampai moment saat ini kita lewatkan begitu saja. so
makasih banyak udah mampir ke blog aku untuk baca, semoga bermanfaat dan kalian
yang kepo dan ingin tau gimana sih kehidupan Inneke coba baca novelnya. Novel
ini udah lumayan lama. di terbitin pada tahun 2009. Mungkin udah jarang juga di
toko buku atau kalian yang pengen cari novelnya bisa cari di blok M, disana
banyak toko buku bekas. Semoga masih ada.hhhee
See u
guys...... ^,^ bye
Keren!!..
BalasHapusMengkhawatirkan hari esok, hanya akan membunuh kebahagian hari ini.
Ceritanya Bagus Nice Story
BalasHapus