Senin, 30 Mei 2016

Komunikologi Hado


Komunikologi Hado

 

Hye guys.. mau berbagi ilmu lagi ini, q baru aja beli buku ini, judulnya “Komunikasi Kontekstual”  yang pengantarnya dari Bpk.Deddy Mulyana. Belum sempet baca semua tapi di BAB pertama ini menarik banget buat di baca dan di share disini, dibagian pertama ini di tulis oleh Bpk H.Engkus kuswarno tentang komunikologi Hado sebuah rekontruksi epistomologis metafisika komunikasi, jujur aja q selama menuntut ilmu di ranah komunikasi saat s1 dulu belum pernah denger yang namanya Komunikologi Hado, mungkin salah satu dosen udah pernah bahas tentang ini tapi q nya aja kali ya yang gk mudeng saat itu hhee ^,^..

Apa sih Komunikologi Hado ?  Komunikasi Hado merupakan suatu konsep baru yang belum pernah dikembangkan dalam studi tentang Ilmu komunikasi. Konsep tersebut merupakan perpaduan pemikiran tentang studi ilmu komunikasi manusiawi ( human communication ) yang pada hakikatnya adalah komunikasi antarmanusia dan komunkasi bukan antar manusia ( nonhuman communication ) yang belum banyak di kembangkan sebagai sebuah kajian dalam ilmu komunikasi.


Konsep Hado diambil dari ilmuan Jepang, Dr. Masaru Emoto, Hado diartikan sebagai “fluktuasi gelombang energi”. Dasar teorinya adalah Mekanik Kuantum ( Quantum Mechanich ) tentang bentuk vibrasi ( getaran gelombang ) intrinsik tingkat atom pada semua benda. Getaran gelombang tersebut membentuk unit energi terkecil yang hasilnya akan memengaruhi kesadaran manusia ( human consciousness ).

Hado adalah konsep tentang energi yang sulit dilihat yang ada di alam semesta ( quanta ). Semua benda yang ada di dunia ini mempunyai gelombang (vibrasi) energi. Nah energi ini bisa berbentuk positif maupun negatif dan mudah di pindahkan dari satu benda ke benda lain. Jadi sebenarnya apa sih hubungannya sama ilmu komunikasi, ?”” nah jadi gini gusy.. ternyata bpk Engkus terinspirasi dari penjelasan Emoto yang berkata “Hado creates word. Words are the vibrations of nature. Therefore beautiful words creates beautiful nature. Ugly word creates ugly nature. This is the root of the universe.

Dalam penelitiannya, Emoto menguji “prilaku gelombang atomistik” pada semuah fokus bendaa air. Menurutnya, air dapat menangkap gelombang dan memiliki kekuatan gelombang energi, dia menyebutnya The True Power of water yang hakikat pesannya dapat dimaknai manusia, dia mengatakannya the hidden messages in water yang akhirnya mempengaruhi perasaan dan kesadaran bahkan kesehatan manusia.

Konsep pengungkapan realitas dialektika manusia dengan alam semesta melalui konsep hado seperti inilah yang membawa kita pada pemikiran metafisika komunikasi. Secara metafisis, proses komunikasi yang diuraikan dalam konsep hado, dapat disebut dnegan komunikologi kuantum. Jadi komunikologi hado dan komunikologi kuantum menunujukan makna yang sama. Bpk Engkus lebih memilih komunikologi hado untuk memberi warna “dunia timur” juga sebagai kehormatan pada Emoto yang mewakili ilmuan belahan dunia tikur, ketimbang komunikologi kuantum yang berbau barat.

Sekarang ini ilmu komunikasi telah menjadi primadona dalam sepuluh tahun terakhir, bukan tidak mungkin beberapa waaktu mendatang akan tiba saatnya terpuruk. Sebagai sebuah ilmu, pengayaan ilmu komunikasi tidak harus dikembangkan para komunikan hanya dengan mengikuti tren pasar yang sering kali disebut dengan stakeholders, tetapi ada baiknya komunikasi dikembangkan komunikan dan komunikolog untuk pengayaan ilmu itu sendiri, dengan basisinya adalah riset dan rekontruksi pemikiran filosofi. Komunikologi Hado merupakan salah satu kajian yang menawarkan pengayaan ilmu komunikasi.

Memahami Komunikologi Hado  

Dalam ilmu komunikasi, konsep komunikologi kurang populer, dan semakin tidak dikenal jika tidak di tambahkan dngan Hado di belakangnya. Komunikologi tiada lain adalah studi tentang ilmu komunikasi. Jadi komunikologi bukan hanya persoalan the science of communication, melainkan tentang the study of the sceience, menyangkut bagaimana memperoleh pemahaman tentang komunikasi sebagai suatu ilmu.

Komunikologi hado  atau komunikologi quantum termasuk pada kategori philosophy of communicology atau merupakan tambahan baru taksonomi komunikologi, sehingga konsep tersebut diharapkan dapat merupakan salah satu rekontruksi epistomologis dari metafisika komunikasi yang unik. Selama ini  studi tentang komunikasi diseluruh perguruan tinggi dimanapun lebih berfokus pada human communication, sedikit sekali telaahan nonhuman communication. Dalam ilmu komunikasi, nonhuman communication dapat meliputi komunikasi dengan tanaman, binatang, termasuk komunikasi dengan lingkungan sehingga study yang dapat dikembangkan adalah komunikologi hewan, komunikologi tanaman, dan komunikologi lingkungan. Bidang-bidang itu dapat memperkaya taksonomi komunikologi.

Komunikologi hado sebenarnya merupakan studi komunikasi yang memadukan pendekatan alamia (nonhuman) alam dengan alamiah manusia. Secara linguistik hado hado berarti gelombang energi (kuantum) semua benda alam termasuk manusia. Gelombang energi ini secara alamiah bersifat netral, akan tetapi ketika mendapatkan pemaknaan “alamiah” manusia, hado tersebut dapat dikategorikan positif dan negatif. Secara alamiah juga hado dapat mudah berpindah dan berubah, seperti secara fisik terjadi perubahan energi atas semua benda. Akan tetapi secara alamiah juga tidak mudah energi ini dapat dilihat oleh manusia. Dengan demikian komunikasi manusia melalui dan dengan hado alam semesta, memerlukan suatu studi yang khusus, untuk mengurai suatu proses dialektika yang unik. Paling tidak manusia perlu menyadari bahwa proses alamiah itu terjadi dan manusia dapat mengambil manfaat daripadanya. Jika kalian pernah menonton film “street fighter: assassin’s fist” diamana menceritakan tentang seorang pertarung berlatih untuk mendapatkan kekuatan hado yang dapat mengubah dirinya semakin kuat. Uraian tentang komunikologi hado pada akhirnya secara aksiologis diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan kualitas human communication dan nonhuman communication.

nonhuman communication

melalui uji coba yang dilakukan Emoto kepada air, pada hakikatnya ini menyadarkan kita akan komunikasi universal. Memahami perilaku perubahan molekul air menjadi kristal yang indah ketika menerima kata-kata positif ataupun bentuk yang mengerikan ketika terjadi sebaliknya adalah memahami gejala alam yang mecerminkan juga perubahan molekul air dalam diri manusia, ketika seorang manusia berkomunikasi dengan sesamanya.

Setelah dewasa lebih  dari 70% berat sel tubuh manusia adalah air, jika kualitas air bergantung pada informasi yang diterimanya, maka konsekuensi logisnya adalah manusia sebagai air yang hidup sudah selayaknya mendapat informasi yang berkualitas baik. Apabila kualitas informasi yang diberikan oleh manusia itu baik kepada air maka dia akan memiliki pikiran dan tubuh yang sehat, dan sebaliknya jika kualitas informasi yang diberikan buruk maka pikiran dan tubuhnya juga akan buruk. Komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan akan kesehatan fisik.  Jika ingin sehat maka perbaikilah kualitas komunikasi kita.

Pada uji coba pada air Emoto menyimpulkan bahwa air “ lebih menyenagi kalimat yang sudah lampau dubandingkan dengan kalimat yang akan datang. Air lebih menyukai kalimat “terimakasih air, engkou telah menyehatkanku” dari pada “semoga engkau air dapat menyehatkanku”. Perilaku air tidak jauh berbeda dengan manusia, yang lebih merasa dihargai karena dianggap telah berbuat sesuatu yang bermanfaat dibanding masih dalam harapan orang lain. Aktualisasi diri akan tercapai jika seseorang telah memperoleh pengakuan akan prestasi yang dilakoninya, bukan berupa harapan akan memperoleh pengakuan.

Salah satu uji coba yang menarik adalah bagaimana perubahan bentuk nasi dalam satu toples yang diperlakukan manusiawi selama satu bulan dengan ucapan “terimakasi”, satu toples nasi lainnya selalu dipanggil “kamu bodoh”, sedang satu toplesnya lagi tidak disapa apapun. Hasilnya sungguh menakjubkan. Nasi dalam toples pertama yang disapa “terimakasih” berfermentasi dengan bau alkohol yang khas. Nasi dalam toples kedua yang di sapa “kamu bodoh” menjadi basi dan berwarna hitam, sedangkan nasi didalam toples ketiga yang tidak disapa apapun ternyata lebih cepat basi dan hitam dibanding dengan toples kedua.

Makna manusiawi menurut Emoto adalah bahwa hal yang terberat dalam hidup jika kita tidak diperdulikan dan diperhatikan. Ini lebih berat daripada diberi penghinaan dengan kata-kata “kamu bodoh”. Dalam konteks komunikasidikenal satu aksioma atau postulat, communication is irreversible. Ini mengingatkan kita untuk hati-hati jangan sampai mmebuat kesalahan menyampaikan pesan seperti pernyataan “kamu bodoh” karena pernyataan itu bisa di maafkan namun sulit dilupakan. Ternyata secara psikologis dibiarkan tidak disapa adalah bentuk pesan nonverbal yang tidak dapat dilupakan yang paling buruk dan paling menyakitkan. Kondisi ini sangat erat hubungannya dengan persoalan nilai-nilai kemanusiaan yang paling luhur yang menjadi pertaruhan manusia yaitu eksistenssi dan harga diri.

Dalam memasak pun kita harus mengeluarkan kata-kata yang baik dan menyenangkan kepada masakan yang kita masak agar makanan yang dibuat mempunyai kualitas yang berbeda  dan rasanya yang semakin enak. Bentuk harmonis, setara dan utuh seperti itulah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam konteks apapun. Paling tidak hikmahnya adalah kinilah saatnya kita membiasakannya mengucapkan “terimakasih” kepada orang lain dan benda apa saja yang telah memberi manfaat sekecil apapun sebagai salah satu penghargaan yang murah dan sederhana. Akan tetapi perilaku komunikasi itulah yang akan menjadi hado kristal yang sangat indah.

Jadi mulai sekarang kalau yang hapenya suka error atau laptopnya lola jangan di banting atau dimarahin tapi kasih komunikasi yang baik-baik. Q aja udah coba sendiri sama laptop yang suka ngadat,sedikit kesel sambil ngedumel gak jelas tapi itu dulu namun sekarang udah dibiasain kalau laptopnya ngadat dan gak mau nyala q selalu bilang “ come on cantik weak up, i need u and thanks so much udah bantuin q kerjain tugastugas yang numpuk” hhhaaa dan taraaa sampe sekarang notebook nya udah jinak gk suka ngadat lagi. Percaya gk percaya itu sih sugesti dan persepsi kita masing-masing yang intinya kita harus selalu berfikiran postiv sama apapun dan siapapun maupun itu manusia maupun nonmanusia. Atau kalian yang mau coba penelitian nasi di taru toples untuk membuktukan penelitian yang dilakukan pak Emoto benar atau tidak.

Oke guys, semoga bermanfaat ya artikelnya

See u ^,^’’....
 
referensi  : =======================I>>>

 

 

    

 

1 komentar: