Komunikologi Hado
Hye guys.. mau berbagi
ilmu lagi ini, q baru aja beli buku ini, judulnya “Komunikasi Kontekstual” yang pengantarnya dari Bpk.Deddy Mulyana.
Belum sempet baca semua tapi di BAB pertama ini menarik banget buat di baca dan
di share disini, dibagian pertama ini di tulis oleh Bpk H.Engkus kuswarno
tentang komunikologi Hado sebuah rekontruksi epistomologis metafisika
komunikasi, jujur aja q selama menuntut ilmu di ranah komunikasi saat s1 dulu
belum pernah denger yang namanya Komunikologi Hado, mungkin salah satu dosen
udah pernah bahas tentang ini tapi q nya aja kali ya yang gk mudeng saat itu
hhee ^,^..
Apa sih Komunikologi
Hado ? Komunikasi Hado merupakan suatu
konsep baru yang belum pernah dikembangkan dalam studi tentang Ilmu komunikasi.
Konsep tersebut merupakan perpaduan pemikiran tentang studi ilmu komunikasi
manusiawi ( human communication )
yang pada hakikatnya adalah komunikasi antarmanusia dan komunkasi bukan antar
manusia ( nonhuman communication )
yang belum banyak di kembangkan sebagai sebuah kajian dalam ilmu komunikasi.
Konsep Hado diambil
dari ilmuan Jepang, Dr. Masaru Emoto, Hado diartikan sebagai “fluktuasi
gelombang energi”. Dasar teorinya adalah Mekanik Kuantum ( Quantum Mechanich ) tentang bentuk vibrasi ( getaran gelombang )
intrinsik tingkat atom pada semua benda. Getaran gelombang tersebut membentuk
unit energi terkecil yang hasilnya akan memengaruhi kesadaran manusia ( human consciousness ).
Hado adalah konsep
tentang energi yang sulit dilihat yang ada di alam semesta ( quanta ). Semua benda yang ada di dunia
ini mempunyai gelombang (vibrasi) energi. Nah energi ini bisa berbentuk positif
maupun negatif dan mudah di pindahkan dari satu benda ke benda lain. Jadi
sebenarnya apa sih hubungannya sama ilmu komunikasi, ?”” nah jadi gini gusy..
ternyata bpk Engkus terinspirasi dari penjelasan Emoto yang berkata “Hado creates word. Words are the vibrations
of nature. Therefore beautiful words creates beautiful nature. Ugly word
creates ugly nature. This is the root of the universe.”
Dalam penelitiannya,
Emoto menguji “prilaku gelombang atomistik” pada semuah fokus bendaa air.
Menurutnya, air dapat menangkap gelombang dan memiliki kekuatan gelombang
energi, dia menyebutnya The True Power of
water yang hakikat pesannya dapat dimaknai manusia, dia mengatakannya the hidden messages in water yang
akhirnya mempengaruhi perasaan dan kesadaran bahkan kesehatan manusia.
Konsep pengungkapan
realitas dialektika manusia dengan alam semesta melalui konsep hado seperti inilah yang membawa kita
pada pemikiran metafisika komunikasi. Secara metafisis, proses komunikasi yang
diuraikan dalam konsep hado, dapat
disebut dnegan komunikologi kuantum. Jadi
komunikologi hado dan komunikologi kuantum menunujukan makna
yang sama. Bpk Engkus lebih memilih komunikologi
hado untuk memberi warna “dunia timur” juga sebagai kehormatan pada Emoto
yang mewakili ilmuan belahan dunia tikur, ketimbang komunikologi kuantum yang berbau barat.
Sekarang ini ilmu
komunikasi telah menjadi primadona dalam sepuluh tahun terakhir, bukan tidak
mungkin beberapa waaktu mendatang akan tiba saatnya terpuruk. Sebagai sebuah
ilmu, pengayaan ilmu komunikasi tidak harus dikembangkan para komunikan hanya
dengan mengikuti tren pasar yang sering kali disebut dengan stakeholders,
tetapi ada baiknya komunikasi dikembangkan komunikan dan komunikolog untuk
pengayaan ilmu itu sendiri, dengan basisinya adalah riset dan rekontruksi
pemikiran filosofi. Komunikologi Hado merupakan
salah satu kajian yang menawarkan pengayaan ilmu komunikasi.
Memahami
Komunikologi Hado
Dalam ilmu komunikasi,
konsep komunikologi kurang populer,
dan semakin tidak dikenal jika tidak di tambahkan dngan Hado di belakangnya. Komunikologi tiada lain adalah studi tentang
ilmu komunikasi. Jadi komunikologi bukan hanya persoalan the science of communication, melainkan tentang the study of the sceience, menyangkut
bagaimana memperoleh pemahaman tentang komunikasi sebagai suatu ilmu.
Komunikologi hado atau komunikologi quantum termasuk pada
kategori philosophy of communicology atau
merupakan tambahan baru taksonomi komunikologi, sehingga konsep tersebut
diharapkan dapat merupakan salah satu rekontruksi epistomologis dari metafisika
komunikasi yang unik. Selama ini studi
tentang komunikasi diseluruh perguruan tinggi dimanapun lebih berfokus pada human communication, sedikit sekali
telaahan nonhuman communication. Dalam
ilmu komunikasi, nonhuman communication dapat meliputi komunikasi dengan
tanaman, binatang, termasuk komunikasi dengan lingkungan sehingga study yang
dapat dikembangkan adalah komunikologi hewan, komunikologi tanaman, dan
komunikologi lingkungan. Bidang-bidang itu dapat memperkaya taksonomi
komunikologi.
Komunikologi hado
sebenarnya merupakan studi komunikasi yang memadukan pendekatan alamia
(nonhuman) alam dengan alamiah manusia. Secara linguistik hado hado berarti
gelombang energi (kuantum) semua benda alam termasuk manusia. Gelombang energi
ini secara alamiah bersifat netral, akan tetapi ketika mendapatkan pemaknaan
“alamiah” manusia, hado tersebut dapat dikategorikan positif dan negatif.
Secara alamiah juga hado dapat mudah berpindah dan berubah, seperti secara
fisik terjadi perubahan energi atas semua benda. Akan tetapi secara alamiah
juga tidak mudah energi ini dapat dilihat oleh manusia. Dengan demikian
komunikasi manusia melalui dan dengan hado alam semesta, memerlukan suatu studi
yang khusus, untuk mengurai suatu proses dialektika yang unik. Paling tidak
manusia perlu menyadari bahwa proses alamiah itu terjadi dan manusia dapat
mengambil manfaat daripadanya. Jika kalian pernah menonton film “street
fighter: assassin’s fist” diamana menceritakan tentang seorang pertarung
berlatih untuk mendapatkan kekuatan hado yang dapat mengubah dirinya semakin
kuat. Uraian tentang komunikologi hado pada akhirnya secara aksiologis
diharapkan dapat berguna untuk meningkatkan kualitas human communication dan
nonhuman communication.
nonhuman
communication
melalui uji coba yang
dilakukan Emoto kepada air, pada hakikatnya ini menyadarkan kita akan
komunikasi universal. Memahami perilaku perubahan molekul air menjadi kristal
yang indah ketika menerima kata-kata positif ataupun bentuk yang mengerikan
ketika terjadi sebaliknya adalah memahami gejala alam yang mecerminkan juga
perubahan molekul air dalam diri manusia, ketika seorang manusia berkomunikasi
dengan sesamanya.
Setelah dewasa lebih dari 70% berat sel tubuh manusia adalah air,
jika kualitas air bergantung pada informasi yang diterimanya, maka konsekuensi
logisnya adalah manusia sebagai air yang hidup sudah selayaknya mendapat
informasi yang berkualitas baik. Apabila kualitas informasi yang diberikan oleh
manusia itu baik kepada air maka dia akan memiliki pikiran dan tubuh yang
sehat, dan sebaliknya jika kualitas informasi yang diberikan buruk maka pikiran
dan tubuhnya juga akan buruk. Komunikasi erat kaitannya dengan kebutuhan akan
kesehatan fisik. Jika ingin sehat maka
perbaikilah kualitas komunikasi kita.
Pada uji coba pada air
Emoto menyimpulkan bahwa air “ lebih menyenagi kalimat yang sudah lampau
dubandingkan dengan kalimat yang akan datang. Air lebih menyukai kalimat “terimakasih
air, engkou telah menyehatkanku” dari pada “semoga engkau air dapat
menyehatkanku”. Perilaku air tidak jauh berbeda dengan manusia, yang lebih
merasa dihargai karena dianggap telah berbuat sesuatu yang bermanfaat dibanding
masih dalam harapan orang lain. Aktualisasi diri akan tercapai jika seseorang
telah memperoleh pengakuan akan prestasi yang dilakoninya, bukan berupa harapan
akan memperoleh pengakuan.
Salah satu uji coba
yang menarik adalah bagaimana perubahan bentuk nasi dalam satu toples yang
diperlakukan manusiawi selama satu bulan dengan ucapan “terimakasi”, satu
toples nasi lainnya selalu dipanggil “kamu bodoh”, sedang satu toplesnya lagi
tidak disapa apapun. Hasilnya sungguh menakjubkan. Nasi dalam toples pertama
yang disapa “terimakasih” berfermentasi dengan bau alkohol yang khas. Nasi dalam
toples kedua yang di sapa “kamu bodoh” menjadi basi dan berwarna hitam,
sedangkan nasi didalam toples ketiga yang tidak disapa apapun ternyata lebih
cepat basi dan hitam dibanding dengan toples kedua.
Makna manusiawi menurut
Emoto adalah bahwa hal yang terberat dalam hidup jika kita tidak diperdulikan
dan diperhatikan. Ini lebih berat daripada diberi penghinaan dengan kata-kata “kamu
bodoh”. Dalam konteks komunikasidikenal satu aksioma atau postulat,
communication is irreversible. Ini mengingatkan kita untuk hati-hati jangan
sampai mmebuat kesalahan menyampaikan pesan seperti pernyataan “kamu bodoh”
karena pernyataan itu bisa di maafkan namun sulit dilupakan. Ternyata secara
psikologis dibiarkan tidak disapa adalah bentuk pesan nonverbal yang tidak
dapat dilupakan yang paling buruk dan paling menyakitkan. Kondisi ini sangat
erat hubungannya dengan persoalan nilai-nilai kemanusiaan yang paling luhur
yang menjadi pertaruhan manusia yaitu eksistenssi dan harga diri.
Dalam memasak pun kita
harus mengeluarkan kata-kata yang baik dan menyenangkan kepada masakan yang
kita masak agar makanan yang dibuat mempunyai kualitas yang berbeda dan rasanya yang semakin enak. Bentuk harmonis,
setara dan utuh seperti itulah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas
komunikasi dalam konteks apapun. Paling tidak hikmahnya adalah kinilah saatnya
kita membiasakannya mengucapkan “terimakasih” kepada orang lain dan benda apa
saja yang telah memberi manfaat sekecil apapun sebagai salah satu penghargaan
yang murah dan sederhana. Akan tetapi perilaku komunikasi itulah yang akan menjadi
hado kristal yang sangat indah.
Jadi mulai sekarang
kalau yang hapenya suka error atau laptopnya lola jangan di banting atau
dimarahin tapi kasih komunikasi yang baik-baik. Q aja udah coba sendiri sama
laptop yang suka ngadat,sedikit kesel sambil ngedumel gak jelas tapi itu dulu namun
sekarang udah dibiasain kalau laptopnya ngadat dan gak mau nyala q selalu
bilang “ come on cantik weak up, i need u and thanks so much udah bantuin q
kerjain tugastugas yang numpuk” hhhaaa dan taraaa sampe sekarang notebook nya
udah jinak gk suka ngadat lagi. Percaya gk percaya itu sih sugesti dan persepsi
kita masing-masing yang intinya kita harus selalu berfikiran postiv sama apapun
dan siapapun maupun itu manusia maupun nonmanusia. Atau kalian yang mau coba
penelitian nasi di taru toples untuk membuktukan penelitian yang dilakukan pak
Emoto benar atau tidak.
Oke guys, semoga
bermanfaat ya artikelnya
See u ^,^’’....
referensi : =======================I>>>
Boleh tau gak sumber sumbernya dari mana aja
BalasHapus