Sabtu, 30 April 2016

TECHNOLOGICAL DETERMINISM by Marshall McLuhan

Terciptanya teknologi di tengah-tengah kehidupan manusia  ternyata sangat memberi pengaruh yang cukup besar. Manusia menggunakan teknologi hampir disetiap kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya. Dari bangun tidur sampai tidur kembali kita menggunakan teknologi, seperti bangun tidur yang dibangunkan oleh alrm jam, ada pula yang langsung melihat handphone, ada juga yang menyalakan tv untuk melihat berita dan lain sebagai nya. Manusia melakukan hal tersebut dalam menggunakan teknologi antara sadar dan tidak sadar bahwa kita semua sebagai manusia telah ketergantungan dengan tekhnologi.
Pengaruh teknologi dalam kehidupan manusia menarik perhatian seorang pemikir berbangsaan Kanda, Marshall McLuhan, dan melalui bukunya Undersatnding Media (1964), ia menulis mengenai pengaruh teknologi, khusunya teknologi komunikasi, seperti jam, televisi, radio, telepon dan bahkan permainan game. McLuhan menggunakan sajak, tulisan (fiksi), politik, drama (theatre) dan sejarah untuk menunjukan bahwa teknologi membentuk perasaan, pikiran dan tindakan manusia. Menurutnya manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi. Kita menciptakan teknologi dan teknologi dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita.
Menurut Mcluhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakatnmenggunakan teknologi. Ia melihat bahwa media berperan menciptakan dan mengelola budaya.


            Pemikiran McLuhan mengenai hubungan antara teknologi, media dan masyrakat ini dengan sebutan technologycal determinism, yaitu paham bahwa teknologi bersifat determinan atau menentukan dalam membentuk kehidupan manusia. Pemikirannya juga sering dinamakan teori mengenai ekologi media, yang di definisikan sebgaia studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia.
            Istilah teknologi determinan menunjukan pemikiran McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam masyarakat atau dengan kata lain, kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi.kita dapat membandingkan gagasannya ini dengan pandangan Karl Mark . jika McLuhan berpandangan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi, maka mark berpendapat bahwa arah sejarah manusia ditentukan oleh perubahan cara berproduksi atau economic determinism. Jika marx melihat pada cara berkomunikasi yang menentukan sejarah manusia.
Menurut McLuhan teknologi komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya. Kehidupan keluarga, lingkungan kerja, sekolah, rumah sakit, pertemanan, kegiatan keagamaan, rekreasi dan ekonomi politik, semuanya terpengaruh teknologi komunikasi. Mesin cetak hingga media elektronik mempengaruhi institusi budaya masyarakat. Sebagaiman McLuhan mengemukakannya “kita membentuk peralatan kita dan mereka pada gilirannya membentuk kita.


Gagasan yang paling sentral adalah bahwa perubahan dalam teknologi komunikasi secara tidak terhindarkan menghasilkan perubahan mendalam, baik Gagasan yang paling sentral adalah bahwa perubahan dalam teknologi komunikasi secara tidak terhindarkan menghasilkan perubahan mendalam, baik dalam tatanan budaya maupun sosial bahkan meskipun mcluhan menggunakan teori-teori budaya kritis seperti teori ekonomi politik karena gagal memberikan basis dimana perubahan sosial positif dapat mulai diciptakan. Ia tampak siap untuk menerima perubahan apa pun yang didiktekan dan inheren dalam teknologi komunikasi. Oleh karena ia berargumen bahwa teknologi secara tidak terhindarkan menyebabkan perubahan tertentu dalam cara orang berpikir, dalam cara masyarakat dibangun dan dalam bentuk budaya yang diciptakan, mcluhan disebut Sebagai determinisme teknologi (Baran dan Davis, 2009:271)
McLuhan memandang penemuan teknologi sebagai hal yang sangat vital karena menjadi kepanjangan atau ekstensi dari kekuatan pengetahuan  kognitif dan persepsi pikiran manusia. Ia menyebut buku sebagai kepanjangan dari mata, roda atau ban sebagai ekstensi dari kaki, pakaian sbagia kepanjangan dari kulit, jaringan elektronik khusunya komputer sebagai ekstensi dari sistem saraf manusia. Contoh-contoh tersebut menunjukan bahwa McLuhan menolak pengertian atau definisi sempit mengenai media. Menurutnya, media bukannlah terbatas pada media massa, tetapi segala saran, instrumen atau alat yang berfungsi memperkuat organ, indra, dan fungsi yang terdapat pada tubuh manusia, tetapi juga berfungsi sebagai filter yang mampu mengatur dan menafsirkan keberadaan manusia secara sosial.
Pemikiran McLuhan melibatkan sejumlah ilmu dan menggunakan berbagai jenis teknologi, ia melihat adanya persimpangan antara hubungan mansuia dengan teknologi serta bagaimana terknologi tersebut mempengaruhi persepsi dan pengertian manusia terhadap banyak hal. McLuhan dalam mengemukakan gagasannya banyak dipengaruhi oleh pembimbing dan mentorrnya, seorang ahli ekonomi politik, Harold Adam Innis, yang mengajarkan bahwa media adalah esensi peradaban dan bahwasanya sejarah diarahkan oleh media kepaanjangan atau ekstensi dari pikiran manusia, dengan demikian media memegang peran dominan dalam mempengaruhi tahapan atau periodisasi sejarah.
Menuru Innis, kerajaan atau kekaisaaran besar yang tercatat dalam sejarah seperti Romawi, Yunani dan mesir dibangun oleh mereka yang menguasi tulisan. Menurutnya, kelompok elit di Kanada menggunkan sejumlah teknologi komunikasi untuk membangun kekaisarannya. Mereka yang berkuasa mendapat lebih banyak kekuasaan karena perkembangan teknologi. Innis menyebut kekuatan teknologi dalam membentuk masyarakat sebagai bias komunikasi. Menrutnya orang menggunakan media untuk mendapatkan kekuasaan politik dan ekonomi dan karenanya memiliki kekuatan untuk mengontrol aliran ide dalam masyarakat.

Baik Mcluhan maupun Innis menilai bahwa hampir tidak mungkin menemukan masyarkat yang tidak terpengaruh oleh media. Persepsi kita terhadap mediaa dan bagaimana kita menafsirkan persepsi itu merupakan inti gagasan teori ekologi media. 




referensi : Morissan Andy, Corry & farid Hamid. 2008, Teori Komunikasi Massa, Ghalia Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar