Terciptanya teknologi di
tengah-tengah kehidupan manusia ternyata
sangat memberi pengaruh yang cukup besar. Manusia menggunakan teknologi hampir
disetiap kegiatan yang mereka lakukan setiap harinya. Dari bangun tidur sampai
tidur kembali kita menggunakan teknologi, seperti bangun tidur yang dibangunkan
oleh alrm jam, ada pula yang langsung melihat handphone, ada juga yang
menyalakan tv untuk melihat berita dan lain sebagai nya. Manusia melakukan hal
tersebut dalam menggunakan teknologi antara sadar dan tidak sadar bahwa kita
semua sebagai manusia telah ketergantungan dengan tekhnologi.
Pengaruh teknologi dalam
kehidupan manusia menarik perhatian seorang pemikir berbangsaan Kanda, Marshall
McLuhan, dan melalui bukunya Undersatnding Media (1964), ia menulis mengenai
pengaruh teknologi, khusunya teknologi komunikasi, seperti jam, televisi,
radio, telepon dan bahkan permainan game. McLuhan menggunakan sajak, tulisan
(fiksi), politik, drama (theatre) dan sejarah untuk menunjukan bahwa teknologi
membentuk perasaan, pikiran dan tindakan manusia. Menurutnya manusia memiliki
hubungan simbolik dengan teknologi. Kita menciptakan teknologi dan teknologi
dan teknologi pada gilirannya menciptakan kembali siapa diri kita.
Menurut Mcluhan, teknologi media
telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat sudah sangat
tergantung kepada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada
kemampuan masyarakatnmenggunakan teknologi. Ia melihat bahwa media berperan
menciptakan dan mengelola budaya.
Pemikiran McLuhan mengenai hubungan
antara teknologi, media dan masyrakat ini dengan sebutan technologycal determinism, yaitu paham bahwa teknologi bersifat
determinan atau menentukan dalam membentuk kehidupan manusia. Pemikirannya juga
sering dinamakan teori mengenai ekologi media, yang di definisikan sebgaia
studi mengenai lingkungan media, gagasan bahwa teknologi dan teknik, mode
informasi dan kode komunikasi memainkan peran penting dalam kehidupan manusia.
Istilah teknologi determinan
menunjukan pemikiran McLuhan bahwa teknologi berpengaruh sangat besar dalam
masyarakat atau dengan kata lain, kehidupan manusia ditentukan oleh
teknologi.kita dapat membandingkan gagasannya ini dengan pandangan Karl Mark .
jika McLuhan berpandangan bahwa kehidupan manusia ditentukan oleh teknologi,
maka mark berpendapat bahwa arah sejarah manusia ditentukan oleh perubahan cara
berproduksi atau economic determinism.
Jika marx melihat pada cara berkomunikasi yang menentukan sejarah manusia.
Menurut McLuhan teknologi
komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya. Kehidupan keluarga,
lingkungan kerja, sekolah, rumah sakit, pertemanan, kegiatan keagamaan,
rekreasi dan ekonomi politik, semuanya terpengaruh teknologi komunikasi. Mesin
cetak hingga media elektronik mempengaruhi institusi budaya masyarakat.
Sebagaiman McLuhan mengemukakannya “kita membentuk peralatan kita dan mereka
pada gilirannya membentuk kita.
Gagasan yang paling sentral adalah bahwa perubahan dalam teknologi
komunikasi secara tidak terhindarkan menghasilkan perubahan mendalam, baik
Gagasan yang paling sentral adalah bahwa perubahan dalam teknologi komunikasi
secara tidak terhindarkan menghasilkan perubahan mendalam, baik dalam tatanan
budaya maupun sosial bahkan meskipun mcluhan menggunakan teori-teori budaya
kritis seperti teori ekonomi politik karena gagal memberikan basis dimana
perubahan sosial positif dapat mulai diciptakan. Ia tampak siap untuk menerima
perubahan apa pun yang didiktekan dan inheren dalam teknologi komunikasi. Oleh
karena ia berargumen bahwa teknologi secara tidak terhindarkan menyebabkan
perubahan tertentu dalam cara orang berpikir, dalam cara masyarakat dibangun
dan dalam bentuk budaya yang diciptakan, mcluhan disebut Sebagai determinisme
teknologi (Baran dan Davis, 2009:271)
McLuhan memandang penemuan
teknologi sebagai hal yang sangat vital karena menjadi kepanjangan atau
ekstensi dari kekuatan pengetahuan
kognitif dan persepsi pikiran manusia. Ia menyebut buku sebagai
kepanjangan dari mata, roda atau ban sebagai ekstensi dari kaki, pakaian sbagia
kepanjangan dari kulit, jaringan elektronik khusunya komputer sebagai ekstensi
dari sistem saraf manusia. Contoh-contoh tersebut menunjukan bahwa McLuhan
menolak pengertian atau definisi sempit mengenai media. Menurutnya, media
bukannlah terbatas pada media massa, tetapi segala saran, instrumen atau alat
yang berfungsi memperkuat organ, indra, dan fungsi yang terdapat pada tubuh
manusia, tetapi juga berfungsi sebagai filter yang mampu mengatur dan
menafsirkan keberadaan manusia secara sosial.
Pemikiran McLuhan melibatkan
sejumlah ilmu dan menggunakan berbagai jenis teknologi, ia melihat adanya
persimpangan antara hubungan mansuia dengan teknologi serta bagaimana
terknologi tersebut mempengaruhi persepsi dan pengertian manusia terhadap
banyak hal. McLuhan dalam mengemukakan gagasannya banyak dipengaruhi oleh
pembimbing dan mentorrnya, seorang ahli ekonomi politik, Harold Adam Innis,
yang mengajarkan bahwa media adalah esensi peradaban dan bahwasanya sejarah
diarahkan oleh media kepaanjangan atau ekstensi dari pikiran manusia, dengan
demikian media memegang peran dominan dalam mempengaruhi tahapan atau
periodisasi sejarah.
Menuru Innis, kerajaan atau
kekaisaaran besar yang tercatat dalam sejarah seperti Romawi, Yunani dan mesir
dibangun oleh mereka yang menguasi tulisan. Menurutnya, kelompok elit di Kanada
menggunkan sejumlah teknologi komunikasi untuk membangun kekaisarannya. Mereka
yang berkuasa mendapat lebih banyak kekuasaan karena perkembangan teknologi.
Innis menyebut kekuatan teknologi dalam membentuk masyarakat sebagai bias
komunikasi. Menrutnya orang menggunakan media untuk mendapatkan kekuasaan
politik dan ekonomi dan karenanya memiliki kekuatan untuk mengontrol aliran ide
dalam masyarakat.
Baik Mcluhan maupun Innis menilai
bahwa hampir tidak mungkin menemukan masyarkat yang tidak terpengaruh oleh
media. Persepsi kita terhadap mediaa dan bagaimana kita menafsirkan persepsi
itu merupakan inti gagasan teori ekologi media.
referensi : Morissan Andy, Corry & farid Hamid. 2008, Teori Komunikasi Massa, Ghalia Indonesia
referensi : Morissan Andy, Corry & farid Hamid. 2008, Teori Komunikasi Massa, Ghalia Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar