Manusia
yang meyakini bahwa teknologi deterministik memberikan perubahan dalam
kebudayaan yang merupakan hasil dari teknologi media baru yang tidak dapat kita
hindari. Seperti di Indonesia sendiri, kemunculan tekhnologi media baru membuat
perubahan yang cukup signifikan bagi masyrakat Indonesia yang menggunakan
teknologi itu. Yang kita tahu bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang
konsumtif, penikmat teknologi media baru yang menurut saya sangat besar.
Seperti contohnya penggunaan smartphone, para pembuat smartphone sangat gencar
menjual berbagai macam tipe smartphone dengaan berbagai merk, katakanlah merk
samsung, setiap 6 bulan sekali samsung selalu mengeluarkan tipe handphone yang
berbeda, sebetulnya untuk kegunaan hampir sama namun ada beberapa kelebihan
yang di miliki oleh handphone keluaran terbaru ini tapi pastinya ada
kekurangannya, namun produsen handphone sangat lihai dalam mengiklankan produk
tersebut sehinggga masyarakat Indonesia pun membeli dan mengganti handphone
mereka dengan handphone yang terbaru walau handpone mereka dalam keadaan masih
bagus.
Biasanya fenomena itupun di
pengaruhi oleh lingkungan dimana kita tinggal dan pengaruh rekan-rekan kita
untuk memaksa kita membeli handphone baru walau handphone itu hanya digunakan
untuk kesenjangan sosial dan pencitraan diri, ini sering kita temukan,
kecemburuan sosial dan pergaulan yang menjadikan terciptanya budaya sosial yang
seperti ini. Banyak manusia yang hanya membeli handphone bukan karena fungsi
nya yang amat banyak tapi hanya untuk pamer dan menunjukan diri nya siapa agar
mereka tidak terisolir dari kelompok-kelompok elit.
Menurut hasil data survei dari Nielsen pada tahun 2014 mengenai tingkat
konsumsi media di Indonesia, secara keseluruhan internet mendominasi sebagai
media yang dikonsumsi masyarakat. Tercatat bahwa 70% dari pengguna smartphone
telah memposisikan facebook seperti rumah sendiri. (Sumber: www.Nielsen.com).
Kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan sosial tersebut merevolusi munculnya
perkembangan teknologi informasi, terutama dengan kehadiran media sosial.
Adanya media sosial pengguna dapat mengakses berbagai macam gambar, video, dan
melakukan percakapan dengan menembus batas ruang dan waktu. Sehingga pada
akhirnya media sosial memberikan wadah bagi para penggunanya untuk mengumbar
segala aktivitas guna memenuhi kebutuhan sosial.
Dengan
informasi yang semakin berputar sangat cepat dan sangat mudah pula diakses
dengan menggunakan berbagai jenis media, apalagi munculnya media baru yang
memberikan dampak perubahan pada aspek dan kebudayaan masyarakat termasuk
masyarakat Indonesia, contohnya kehadiran media sosial yang dengan mudah
diakses di handphone memberikan pengaruh yang sangat besar, kini dengan
kehadiran path dan instagram masyarakat indonesia kecanduan dengan yang namanya
selfie dimana selfie ini bisa
dilakukan di mana saja yang menurut orang itu menarik dan harus di publikasikan
kepada teman-temannya melalui media sosial tersebut agar di beri like atau tanda love, dan yang lebih
menariknya lagi budaya berdoa sebelum makan kini mula hilang dan dilupakan oleh
masyarakat indonesia yang kekinian hal tersebut karena dampak yang diberikan
oleh teknologi media baru yang membuat masyarakat menciptakan budaya sebelum
makan, makanan tersebut harus lah di foto dan di upload di media sosial agar semua teman-temannya bisa melihat apa
yang akan dy makan. Mengapa hal demikian bisa terjadi ? semua itu terjadi
karena penggunaan media teknologi yang berlebihan dan mereka sekarang ketergantungan
dengan teknologi yang ada. Jika kita menanyakan kepada beberapa orang Indonesia
“ jika anda diberikan pilihan pada situasi, apakah anda memilih ketinggalan
dompet anda atau handphone anda ?” kebanyakan pasti mengatakan “saya lebih baik
ketinggalan dompet dibanding harus ketinggalan handphone” pernyataan tersebut
membuktikan jelas bahwa orang Indonesia sangatlah ketergantungan dengan
tekhnologi. Teknologi media dapat
merubah cara berfikir kita, ketika media berubah, maka cara berfikir kita pun
akan berubah, cara mengatur informasi dan hubungan dengan orang lain pun akan
berubah.
Dengan itu
kita harus lebih bijak dalam menggunakan teknologi agar tidak menjadi manusia
yang ketergantungan dengan teknologi media baru yang ada, dan jangan lah mau
dikendalikan oleh teknologi, kitalah yang harus mengendalikan teknologi itu,
karena pada dasarnya manusia sendiri yang menciptakan teknologi dan
mengendalikan teknologi tersebut. Jangan sampai tekhnologi dapat merubah
perilaku kita yang dan merusak moral dan budaya yang telah di junjung tinggi
oleh nenek moyang kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar