Sabtu, 14 November 2020

MATINYA SANG JAWARA

Kisah nyata,...


                 " Matinya sang jawara "

    Kejadian ini terjadi beberapa puluh tahun silam, dibilangan Jawa Barat. Ada sebuah desa dimana desa tersebut di kuasa oleh jawara yang sangat sakti. Tidak ada satupun yang berani melawan jawara tersebut, sampai aparat setempat pun kewalahan menghadapi jawara tersebut, sebut saja jawara itu kang Dadi. 
       Pada saat itu, ada seorang pemuda yang baru saja melangsungkan pernikahannya, pemuda itu bernama Udin, Dy menikahi gadis cantik bernama Ulfa, pernikahan yang sederhana itu berjalan lancar, namun Udin melakukan kesalahan, Dy lupa kalau di desanya dikendalikan oleh Kang dadi, Udin lupa tidak mengundang kang dadi diacara pernikahan nya. Seselsai acara tiba, pengantin baru itu pun melangsungkan malam pertama, malam yang ditunggu2 oleh Udin selama ini. 
"Aa, gak sabar ya .. ? Goda Ulfa kepada Udin yang sedari tadi memandangi tubuh mungil ulfa. 
"Astagfirullah... Maaf neng, khilaf" kata Udin sambil kaget 
" Atuhh teu kenapa2 a, kan kita udah sah, sabar ya neng hapus riasan dlu " jawab Ulfa sambil tersenyum 
" Hehe.. iya aa lupa neng .. aa grogi " saut Udin malu2 

Setelah bbrpa lama Ulfa selsai membersihkan badannya, Dy pun bergegas memakai baju sexi yg ibunya telah jahitkan untuk dirinya,  Ulfa mengingat nasihat ibunya untuk selalu memuaskan suami agar suami tidak jajan diluar, Ulfa terlihat senyum2 sendiri melihat dirinya memakai baju seminim dan setipis itu. Baru kali ini Dy memakai baju seperti itu. Hatinya  Dag dig dug,  entah nanti apa yg hrus dilakukan saat diatas ranjang bersama Udin.  Waktu bersamaan Udin merapikan dirinya dikamar mandi, setelah Udin keluar kamar mandi, Dan masuk kamar 
Betapa kagetnya Udin 

"Masyaallah .... " Teriak Udin sambil menutup mata
"Aahhh.. Aya naon a ?" Kaget Ulfa sambil iapun menutup 2 buah dada nya yg terbalut kain tipis. 

Udin perlahan membuka matanya, dan berjalan kearah Ulfa.. 
"Neng.. maaf aduh, meuni geulis pisan, ya Allah Gusti " puji syukur Udin 
"Bismilah nya neng.. kita laksanakan malam pertama kita, itu adalah kewajiban orang yang sudah menikah " nasihat Udin kepada Ulfa. Ulfa hanya mandut2 aja.
Udin pun membaca doa sebelum melakukan hubungan intim, kemudian tangannya mulai memberanikan memegang Ulfa, lalu perlahan wajahnya mendekati waja istrinya yang mungil, Ulfa pun menerima tanpa menolak. Sepertinya Udin berhasil membuat Ulfa merangsang.. saat beberapa menit kemudian terdengar suara 
" Braaaaakkkkkkk " 
"Astagfirullah apa itu " kata Udin kaget 

Kemudian pintu kamarnya tiba2 ada yang mendobrak.
"Braaaaakkkkkkk " 

Udin dan Ulfa tecengan melihat ada 2 orang yang masuk kamarnya, Udin langsung menutupi tubuh istinya yg sudah setengah telanjang. 
"Siapaa kalian .. " bentak Udin kepada 2 orang tersebut 
"Hhhaahaahaha.... " Suara tawa laki2 tersebut yang ternyata itu kang dadi jawara kampung. 

"Gk kenal sama w siapa, w dadi jawara kampung ini, siapa yg gk kenal sma w " jawab kang dadi sambil membentak

"Maaaff kang, ampun jangan sakiti saya sama istri saya". Mohon Udin kepada mang dadi 
"Gk bisa.. kalian sudah lancang, mengadakan pesta tanpa mengundang w " kata mang dadi sambil mendekati Udin 

Udin pun diseret oleh teman kang dadi, sementara Ulfa sudah menangis sedari tadi sambil menutupi tubuhnya. 
Tanpa basa basi, kang dadi menarik Ulfa, dan melemparnya keatas kasur, Ulfa menangis histeris, 
Sementara Udin tidak bisa berbuat apa2 , badannya ditahan oleh teman kang dadi yg bertubuh kekar. 
"Jangan.. kang.. jangan.. saya mohon " kata Udin sambil memohon 
Hatinya hancur melihat sang istri diperkosa didepan matanya, betapa bejatnya perbuatan kang dadi.
Ulfa menangis tak henti2 nya, Dy tidak percaya keperawanannya direnggut oleh manusia yang tak berakhlak seperti kang dadi. 

     Keesokan hari nya, kelurga dan 1 kampung sudah tahu  tentang kejadian semalam yang menimpa Udin dan Ulfa. Namun mereka hanya terdiam pasrah, mereka tidak tahu harus berbuat  apa.  semenjak kejadian itu Ulfa menjadi pemurung, sedangkan Udin, tak henti2 nya mencari cara untuk membalas dendam. 
Udin pun mendatangi seorang kiai dan beberapa aparat desa setempat. 
" Assalamu'alaikum" salam Udin 
"Walaikumsalam " jawab kiai dan bbrpa org lainnya, dirumah itu sudah ada beberapa orang penting, hadir jga polisi setempat. 
" Sinii nak Udin, duduk.. kebetulan kamu datang, kami merasakan apa yang kamu rasakan.. mari kita cari solusinya " ajak kiai tersebut kepada Udin. 
" Pak kiai, saya sudah tidak tahan lagi, rasanya saya ingin membunuh orang itu " bentak Udin seraya mengeluarkan unek2nya
"Kami semua paham, tapi tidak semudah itu " jawab aparat polisi 
"Kejadian seperti ini bukan hanya sekali, kami sudah melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan orang tersebut, namun hasilnya nihil, Dy mempunyai ilmu yang sangat kuat, sehingga ditembakpun tidak mati " sambung aparat polisi menjelaskan. 
"Kita harus bersabar nak Udin, yang kita hadapi ini bukan orang sembarangan.. kita harus mencari tahu kelemahannya " saut pak kiai menenangkan Udin yg sedari tadi sudah emosi.

     Sebulan berlalu dari kejadian yg menimpa kelurga Udin, kini keluarga yang lain mendapat perlakuan yang sama, namun masalahnya berbeda, sebut saja keluarga Lukman, Lukman mempunyai usaha gula merah, dahulu pembuatan gula merah dilakukan secara manual, yaitu dengan merebus sari gula yang sudah dikumpulkan diatas pohon kelapa, pada saat merebus gula dengan kuali yang besar, tidak jarang banyak warga yang datang untuk memakan nasi / ketan dengan kuah rebusan air gula tersebut. Rasanya nikmat.  
   Singkat cerita, entah ada masalah apa lumkan dengan mang dadi sehingga terjadi keributan di tempat usahanya tersebut, kuali   besar2 Yang sedang merebus sari Pati gula, hancur berantakan, mang dadi mengamuk disana dan mengancurkan semuanya. Pak Lukman hanya bisa terdiam melihat kejadian tersebut, banyak warga yang ikut prihatin menyaksikan kejadian tersebut. 
         Hari itu Udin mendatangi Lukman, merencanakan bagaimana membalas perbuatan kang dadi, namun Lukman hanya terdiam pasrah, karna Dy pun tahu bahwa kang dadi adalah seorang jawara.. tak ada yg bisa mengalahkannya. 
        Kejadian seperti ini menjadi hal biasa dikampung itu, pemerkosaan secara terang2an yg dilakukan mang dadi, pengambilan paksa barang milik warga dan sebagainya. Pada suatu hari, ada seorang balita bernama Gumilang yang sedang berkunjung kerumah kakeknya, balita tersebut tidak sengaja melihat perbuatan keji yg dilakukan mang dadi terhadap warga setempat. Entah kenapa balita tersebut terlihat sangat geram dengan mang dadi, kemudian Dy berbisik kepada kakeknya. 
" Kek.. aku tau cara mengalahkan orang itu" kata Gumilang sambil berbisik
Kakeknya pun mendengarkan cucunya tersebut. 
" Orang itu bisa dibunuh dengan sebilah bambu yang sudah di asah dengan tajam, bambu warna kuning, cara membunuhnya dengan cara dipenggal dengan bambu tersebut, namun tetesan darah tidak boleh menyentuh tanah, kepalanya harus langsung dimasukan kedalam karung tanpa meneteskan darah ketanah, kalau sampai kepalanya  jatuh ketanah, orang itu bisa menyatukan kembali kepala ketubuhnya, darah tidak boleh menetes ketanah karna kalau menetes tubuh bisa mencari keberadaaan kepalanya dan bisa menyatu kembali " tutur Gumilang menjelaskan seperti orang dewasa.  
Betapa kagetnya sang kakek cucunya yang balita bisa menjelaskan paparan seperti itu. Namun memang sedari kecil Gumilang seperti mempunyai kelebihan tersendiri, Dy terkadang seperti orang dewasa yang sudah mengerti semuanya permasalahan orang dewasa, tak jarang Dy memberi nasihat kepada orang yg lebih besar. 
      Tak lama, sikakek membawa Gumilang ketempat kiai, lalu menceritakan apa yang di ketahui oleh Gumilang mengenai kang dadi. Malam itupun kiai mengumpulkan orang2 yg penting disitu, Udin dan Lukman mendengar tersebut, mereka pun ikut hadir di rumah kiai tersebut. 
" Udin, Lukman .. silahkan masuk " sapa kiai 
"Baik pak, terimakasih" jawab Udin, Lukman hanya tersenyum 
"Kalian kemana saja, baru kelihatan" tanya kiai 
" Kami berdua mencari ilmu pak, kami berguru disuatu tempat.. kami ingin sekali mengalahkan orang tersebut, dendam saya terhadap orang tersebut tidak akan hilang selama Dy masih hidup dan berkeliaran di kampung kita " tutur Udin, ternyata selama ini Udin pergi dari kampungnya bersama Lukman, Dy berguru disuatu tempat untuk bisa menandingi kang Dadi. 
"Astagfirullah... " Saut kiai kaget mendengarnya. 
Bagaimana tidak dendam, Udin melihat istrinya diperkosa depan matanya, Dy sendiri pun belum pernah mencicipi tubuh istrinya yang cantik itu.

       Malam itupun dikumpulkannya beberapa orang termasuk kiai, Udin dan Lukman untuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk berperang dengan kang Dadi, setelah semua siap, mereka pun kerumah kang dadi untuk menantangnya. 
"Heiii.. dadi keluar kamu " teriak Udin depan rumah kang dadi 
"Braaakkk " suara pintu dibanting 
"Heeii siapaa itu yang berani menantang w, hhaa kalian udh punya nyali ? Cari mati ya kalian " jawab mang dadi seolah meremehkan. 
"Ayoo kita bertarung, tapi jangan disini, kita kearea persawahan " ajak Udin  
" Siapa takut... Kalian banyak w sendirian bisa ngalahin kalian semua, hhhaa" jawab kang dadi menyombongkan diri 
 Mereka pun kearah area persawahan, perkelahian pun dimulai, beberapa kali kang dadi menang, Udin dan lukam beberapakali terpental, kemudian kiai membaca doa meminta pertolongan kepada sang Maha Kuasa, dikeluarkan lah bambu yang sudah diasah tersebut. 

"Udin, Lukman dan 3 orang lainnya.. baca istigfar lalu bersama2 pegang orang itu dengan kuat " pinta kiai. 
Mereka bersamaan memegang tangan kang dadi, sesekali kang dadi memberonrak, namun dengan Izin Allah, mereka bisa dengan kuat memegang kang dadi. 
Lalu kiai tersebut dengan cepatnya menebas kepala kang dadi dengan bambu kuning, 
"Allahuakbar... " teriak kiai sambil mengayunkan bambu dan tepat mendarat dileher kang dadi.

Anehnya bambu itu menembus leher kang dadi sampai kepalanya putus.
buru2 dimasukannya kepala kang dadi kedalam karung, dan yang lainnya dengan hati2 supaya tidak ada darah yang menetes ketanah. Setelah itu Udin Lukman dan yg lainnya menghempaskan tubuh kang dadi ketanah,. Namun anehnya tubuh kang dadi langsung berdiri, tangannya meraba2 seperti mencari sesuatu. Mereka semuapun meninggalkan tubuh kang dadi di area persawahan. 
   Tubuhnya berputar2 mencari kepalanya yang sudah jauh dibawa kabur oleh Udin, kepala tersebut dibawa kesuatu tempat agar tak bisa di temukan, sampai tubuh kang dadi membusuk. 
      Setelah kematian kang dadi, warga merasa senang seperti terbebas dari penjajahan, desa itupun terlihat damai tanpa sosok kang dadi, rekan angket2 kang dadi pun di usir paksa oleh warga agar keluar dari kampung tersebut. 


Sekian. 

Note : 
Petik bagian positivnya ya temen2, cerita ini nyata, nama2 yg da ditokoh disamarkan, saya kemas lagi alur cerita ini agar menarik untuk dibaca. 
Tokoh Gumilang yang ada di cerita masih hidup. 


 Terimakasih sudah mau membaca ✋ 





Jumat, 13 November 2020

DIKEJAR KUNTILANAK MERAH

Kisah nyata, dialami seorang teman.  

" Dikejar kuntilanak merah " 

    Mak Acih adalah seorang pedagang sayuran dipasar dadakan,  pasar nya berada dalam perumahan yg pada saat itu tidak banyak yg berjualan, kejadian ini sekitar 15 tahun lalu, perumahan itu juga belum seramai seperti sekarang.  Pada saat itu seperti biasa Mak Acih pergi kepasar induk sekitar jam 12 malam bersama pedagan yg lainnya yaitu mang Dadang, malam itu terasa agak berbeda, Mak Acih berjalan kedepan perumahan untuk menaiki angkutan umum yang akan membawa nya ke pasar induk. 
 "Dang, berasa dingin banget gk sih malam ini ? " Kata Mak Acih sambil berjalan 
"Iyee tumben,... Kaya ada yang beda " saut mang Dadang seperti merasakan hal yg sama. 
"Ahh..yasudha lah kita jalan trus, nti ketinggalan angkot, gk sah mikir yg macem2" jawab Mak Acih menenangkan  diri, padahal Dy sedari tadi agak agak merinding.  Mereka pun berjalan agak cepat kedepan perumahan. 
Didalam angkutan umum, mang Dadang bertanya kepada Mak Acih
 
"Mak.. ente ngerasain gk sih tadi ada yg merhatiin pas kita lewatin pohon nangka yg gede itu ?" Tanya mang Dadang ke mak acih. 

"Nyaang mana Lo... Jangan nakutin w dah" saut Mak Acih sambil agak ngegas. 
"Itu dipohon nangka yg dkt pertigaan, makanya kan w jalannya agak cepet tadi, merinding w hhhaa " jawab mang Dadang smabil ketawa. 

Mak Acih cuma diem. Padahal Dy pun tadi agak sedikit takut 😁

Tiba nya dipasar induk, mereka belanja seperti biasa,  setelah mereka mengambil sayur mayur yang akan dijual, mereka bergegas pulang kembali menaiki angkutan yang sama. Belanjaan Mak Acih terlihat banyak dibanding mang Dadang. 
"Bang, sampean belanja tumben sedikit " tanya Mak Acih  
"Ahh.. iya.. buat tambahan aja, kmrin sepi, hari ni aja klw gak da pesenan wortel w  males kepasar" saut mang Dadang sambil memasukan karung belanjaan ke dalam angkutan. 

Sekitar jam 3 malam merekapun sampai didepan perumahan, kenek menurunkan semua belnjaan mereka.
Terlihat tidak ada becak, biasanya jam segini sudah banyak tukang becak yg berjejer didepan perumahan. 
"Mak.. tumben ye gk ada kang becak nangkring, biasanya banyak bener" tanya mang Dadang heran
" Laah iye, pade kmne nih kang becak, pada didalam semua kali ye.. " jawab Mak Acih memberi argumen
 " Truss kita gmn ini, mana belanjaan Lo banyak lagi Mak " kesal mang Dadang
" Yaa Udeh.. kita jalan aja.. blnjaan w biar taro depan wrung pojokan itu aje, nti w suruh kang becak ambil dah.. dari pada kita kesiangan dagang" ajak Mak Acih 
" Ydh.. nyok... " Saut mang Dadang sambil membawa belanjaannya. 

Saat diperjalanan menuju kedalam perumahan, tidak ada satupun tukang becak yg lewat, orang lewat pun nyaris tidak ada. Tidak biasanya seperti ini, biasnya sudah banyak yg lalu lalang tukang becak membawa sayuran atau dagangan yg lain, ini tidak ada.. mereka pun terus berjalan menuju kedalam perumahan,.. Dadang terlihat beberapa kali memindahkan panggulan karungnya, dari kiri kekenana, yang menandakan Dy sudah mulai lelah membawa belanjaan nya, sedangkan Mak Acih, hanya membawa tentengan kresek, entah apa yg dibawanya dari pasar. 

    Semakin lama berjalan mendekati pohon nangka yg ada dipertigaan, hawa dingin langsung menusuk tulang mereka berdua, mendadak bulu kuduk Mak Acih berdiri semua, beberapa kali Mak acih memegang lehernya, mang Dadang pun merasakan yang sama, padahal dari setadi Dy berkeringat karna kelelahan mengangkat barang yg dia panggul, namun hawa dingin langsung terasa menembus jaket yang mang Dadang kenakan.
"Setdah... Ngapa jadi dinginn begini yaa hawanya, perasaan qo gk sampe2 yak Mak " geruutu mang dadang 
Mak Acih tidak menggubris perkataan mang Dadang, matanya terus kedepan sambil berjalan, entah apa yg dilihatnya. 

Setelah mau melewati bawah pohon nangka, Mak acih, tiba2 mendekati mang Dadang sambil gemeterrr 
"Daaang.. Loloooloo  liat kagaa Noh diatasss puun ada apaan... ! " kata Mak Acih sambil gemeterrr ketakutan.
"Apaaan sih Mak.. " sambil ngeliat keatas pohon nangka

"Hhhhhhhiiiiiiihiiiiiiii hhhiiiii" suara ketawa makhluk yang ada diatas pohon nangka, suaranya seperti jauh namun sangat melenting ditelinga, 

Sontak mang Dadang langsung melempar belanjaannya ke Mak Acih, sambil larii terbirit birit... "Uuuuaaaaa kuntilanaaak merah, astagfirullaaah.... ", Teriak mang Dadang sambil ngibrit meninggalkan Mak Acih sendiri

Mak acih, saking kagetnya menerima belanjaan karung yg dilempar mang Dadang, dan tak berasa celananya sudah basaaah kuyup, Mak Acih menutup mata dengan kedua tangannya sambil jongkok, ketakutan yg sangat luar biasa yang dirasakan Mak Acih,.. 
"Daaadaaaangg sialan lu yaa.. ninggalin w sendiri" Isak tangis Mak Acih.. sambi gemeter, badannya dingin semua 

Di sela2 jari Mak Acih mengintip,. Sosok wanita yang terlihat  itu terbang mengejar mang Dadang, rambutnya panjang, namun pas di bagian punggung terlihat seperti bulat bercahaya, memakai baju seperti daster warna merah panjang sampai menutupi kaki. 
Terlihat Dadang lari sekencang mungkin. 
Mak Acih masih diposisi yg sama, badannya lemas, jangankan untuk lari berdiri pun tidak bisa. 
Bisa2 nya  mang Dadang lari dengan cepatnya  seperti itu, pikir Mak Acih. 
  
   Setelah beberapa saat, Mak aci dijemput oleh suaminya, masih posisi yang sama seperti tadi, Mak Acih Tak berani membuka matanya. 
"Ciiihh.... " Panggil suami Mak Acih sambil menepuk punggungnya 
Mak Acih sontak kaget, lalu perlahan membuka matanya yg tertutup oleh tangan, dengan senangnya Mak Acih melihat suaminya datang menjemput, lalu langsung kejer nangiss. 
    Singkat cerita seharian itu Mak Acih tidak bisa bangun dari tempat tidur, badannya masih lemas, akhirnya Dy pun libur berdagang. Hari itu juga Dadang menjenguknya, melihat keadaan Mak Acih sembari membawa pak ustad untuk memberi doa dia kepada Mak Acih agar cepat sembuh dan tidak terbayang bayang oleh makhluk yg dilihatnya mlm tadi. 
       Dari penuturan pak ustad, kuntilanak tersebut ada yg melihara, makhluk tersebut kerap sekali mencari mangsa pria untuk diambil darahnya, untung saja Dadang berhasil kabur saat itu dan pintarnya Dadang berlari menuju pasar yg saat itu sudah ada bbrpa org yg sudah menata barang dagangannya. 
   Walau sedikit kesal dengan mang Dadang, Mak Acih bersyukur Dadang tidak dimakan Kuntilanak merah. 
"Dang.. untuk Lo gk dimakan tuh Kunti, klw Lo mati siapa yg nemenin w belanja kepasar nanti " ledek Mak Acih sambil cengengesan 
  Mendengar Mak Acih berkata seperti itu sontak semua yang da dikamar itu ikut tertawa terbahak. 




Sekian. 
 


Terimakasih yang sudah membaca ✋

Ditunggu cerita horror berikutnya ya






Kamis, 12 November 2020

NENEKU MENINGGAL KARNA DISANTET



"Nenekku meninggal karena disantet"

Keluarga nenek ku terbilang sangat kekurangan saat itu, faktor ekonomi lah yg membuat ibuku pergi merantau ke Jakarta untuk mengubah perekonomian keluarga. Dengan berat hati nenekku mengizinkan ibuku untuk pergi kerja di Jakarta, aku sndri dititpkan dan dibesarkan oleh nenekku dikampung, selama bertahun tahun ibuku merantau dan sesekali Dy mengirimkan uang untuk neneku, dan dikumpulkannya uang itu sehingga yang tadinya tidak punya apa2 terbelilah satu persatu keinginan nenek,. Dy membeli sepetak sawah, sampai sawahnya berkhektar hektar dikampung, itu berkat dari ibuku yg sangat bekerja keras di Jakarta mencari nafkah. 
       Kini, kehidupan kami pun terlihat layak, namun tak disangka setelah hidup berkecukupan nenek malah sakit2an, sakitnya sangat aneh, menjelang setalah sehabis panen penyakit itu muncul, seperti orang gatal2 dan penuh bentol besarr2 kalau kata orang Sunda namanya kali gata. Aku kerap sekali membantu nenek menggaruk punggungnya  pakai sisir, kadang pakai garpu, Karan kalau pke tangan tidak terasa katanya. Setiap kali penyakit itu datang, aku selalu meminta ibu untuk pulang dan melihat kondisi nenek, anehnya setiap ibuku pulang untuk menengok nenek, penyakit nenek hilang bgtu saja.. seperti org biasa kembali, cuma ada bekas2 garukan benda2 tajam saja. Kejadian seperti ini berlangsung selama beberapa tahun. 
       Pada saat itu ibuku pulang kampung dan merencanakan akan membawa aku untuk tinggal dijakarta dan menersukan sekolah disana. Aku yg waktu itu masih SD hanya Manut saja, namun dengan berat hati harus meninggal kan nenek. Singkat cerita penyakit nenek yg suka gatal2 tidak pernah datang lagi, namun digantikan dengan sakit kepala yg sakitnya luar biasa katanya, seperti biasa penyakit itu datang setelah sawah panen.  
   Nenek sudah dibawa ke orang pintar, kata orang pintar ada tetangga yang sirik dan menanam sesuatu disekitar rumah, akhirnya kami sekeluarga menggali pinggiran rumah teras serta belakang rumah nenek, namun hasilnya nihil, kami tidak menemukan apapun.. setelah kami datang lgi ke orang pinter tersebut, barang yg ditanem sudah lama jadi sudah sangat dalam dan berakar. 
Namun anehnya penyakit nenek saya kadang ada kadang hilang. Neneku pun selalu berserah kepada yang Maha Kuasa. 
     
       Beberapa tahun berlalu, saat itu q inget masih SMA, ibuku menyuruh neneku untuk secepatnya kejakarta, ibuku bersikeras nenek harus kejakarta sebelum panen tiba, dan membiarkan panen sawah oleh orang lain, yg penting nenek ku tidak usah ikut memanen, namun neneku bersikeras juga tidak mau meninggalkan sawahnya yg sedang panen.          

      Padahal ibuku saat itu sudah mendapat firasat yg buruk, ibuku bermimpi Dy pulang kampung dan melihat warga kampung membawa keranda menuju area kuburan, ibuku bertanya kepada warga yg ikut mengiringi keranda itu " siapa itu yg didalam keranda" tanya ibuku 
"Ini tetuta dikampung" jawab salah satu warga. 
Ibuku berfikir siapa tetua dikampung? Apakah wa haji atau siapa.  Ibuku tidak berfikir bahwa yg didalam keranda itu adalah neneku, karna setau ibuku neneku bukan yg paling tua dikampung itu. 
         Aku inget, hari itu hari senin, saudara dikampung menelpon bahwa neneku sakit parah, dan sudah dibawa ke RS terdekat dan sudah dirawat disana, bbrpa hari dirawat tidak ada kemajuan, malah sakitnya makin parah, akhirnya ibuku menyusul kesana untuk membawa neneku ke RS besar yg ada di kota.. ibukupun kesana dan membawa neneku ke RS besar, sya inget hari itu hari Rabu, sudah ada 3 RS besar menolak nenek karna dengan alasan tidak ada alat yg memadai, dan kamar penuh. Akhirnya nenekupun mendapat perawatan di RS kota yg agak jauh dari kota tersebut. 
     Setelah menyelesaikan administrasi ibuku pamit pulang kejakarta karna posisi waktu itu ibuku membawa adik2 ku yg masih sekolah, akhirnya terpaksa Dy pulang hari Rabu malam jam 21.00 dan berencana besok akan ke RS lagi untuk menemani neneku. Belum lama ibuku sampai rumah, tlpn rumah berbunyi, aku lihat jam pukul 3 pagi, ibuku blm sampai jga, gumam ku,. Langsung aku mengangkat tlpn yg berdering sedari tadi,

 " halloooo.... " Sapa ku, terdengar suara wanita sedang menangis, akupun bertanya " halloo halooo.. siapa ini ... ! " Tanya ku lagi sambil sdikit membentak. 
"Haloooo,.. neng... Ibu udah sampe rumah ? " Tanya seorang wanita dri tlpn ,yg ternyata itu adalah bibi ku
"Belum.. kayaknya msih dijalan, ada apa Bi, qo nangis gtu ? " Tanya ku penasaran, bibi ku ditanya malah nangiss kejer, makin jengkel q dibuatnya.. kenapa bertele2 sekali, bkin org penasaran aja, pikir ku dalam hati. 
"Neneeek meninggal neng... " Kata bibi ku sambil nangis kejerrr 
Aku sontak kaget tidak percaya mendengarnya, akupun langsung menangis sejadinya. 
      Singkat cerita, aku sekeluarga pun pulang kampung untuk menyiapkan pemakaman dan tahlilan untuk almarhumah neneku, sudah bbrpa hari kami dikampung, tahlilan diadakan selama 7 hari berturut turut, namun kejanggalan demi kejanggalan datang saat tahlilan tiba. Ibuku yg semakin curiga dengan kematian neneku yg bgtu janggal, saat itu ibuku begitu terpukul kehilangan neneku, padahal ibuku sudah menyiapkan sejumlah uang untuk nenek ku pergi haji, namun sayangnya AJAL Lebih dulu menjemput nenek ku. 
     Malam kedua tahlilan, ibuku sengaja memanggil org pinter untuk berjaga karna dari malam kemarin suasana sangat mencekam. Saat itu q melihat org pinter itu duduk menyila di satu kamar yg disediakan ibuku, q melihat Dy seperti org yg sedang merangsang, tapi tangannya tidak berhenti bergerak seperti menahan sesuatu. Aku langsung lari dan memanggil ibuku dan menceritakan apa yang aku lihat. Tidak lama kemudian ada suara wanita berteriak terbang  melewati pinggiran rumah, sebagian bapak2 yg melihat langsung mengejar wanita yg memakai baju merah tersebut. Namun tidak berhasil menangkap sosok wanita tersebut. 
     Keesokan harinya, siorang pintar itu bercerita bahwa semalam Dy bertengkar dengan sosok jin wanita , wanita itu terlihat cantik farasnya sehingga membuat siorang pintar itu tertarik dan tergoda untuk berhubungan intim, namun siorang pintar itu menyadari bahwa yg dihadapinya adalah jin jelmaan yang memang sedari tadi menggodanya untuk melakukan hubungan intim agar orang pintar itu bisa dikalahkan,  lalu Dy sadar dan sosok wanita cantik itu berubah jadi kuntilanak merah yg mengerikan, sontak siorang pintar itu langsung mengeluarkan jurus untuk mengalahkan jin tersebut. Makanya semalam sosok jin tersebut berteriak dan langsung pergi bgtu saja. 
          Di malam ketiga tahlilan,  warga kampung digegerkan melihat sosok pocong yang bertubuh gemuk, warga mengira itu adalah pocong nenek ku karna memang neneku perawakannya gemuk. Pocong itu selalu meminta tolong. Malam itu tetangga nenek yg bernama mimih pulang dari tahlilan, rumahnya memang terbilang paling jauh diantara tetangga yg lain, saat Dy berjalan melewati pohon pisang Dy melihat ada seperti gedebong pisang yg sangat besar terbungkus kain kafan, mimih pun kaget "astagfirulaaah.. ya Allah.. " ucap mimih " miiihh.. tolongaan mih " kata sosok yg seperti pocong tersebut. 
Mimih pun lari terbirit birit menuju rumahnya. Dan menceritakan ke warga kampung apa yg Dy alamai tadi malam. 
       Hari berikut sampai tahlilan selsai, ibuku merasa tidak puas, seperti ada yg mengganjal.. ibuku merasa bahwa neneku dalam kesulitan, dan yg dikubur itu bukan neneku hanya jasadnya saja yg menyerupai neneku. Akhirnya ibu dan pamanku Kekiai yg katanya bisa menyelesaikan persoalan yg seperti ini, disana mereka dibuat kaget bahwa nenek ku disantet oleh 4 orang sekaligus, dan benar saja arwah  nenek berada disuatu tempat, dan Kami sekeluarga harus ikut mencari kedunia gaib, dimana arwah nenek di sekap.. satu persatu keluarga pun diajak kedunia gaib untuk mencari dimana nenek, karna ada petunjuk nenek diikat disuatu tempat seperti dapur tapi depan dapur itu seperti ada air kobakan. 
      Singkat cerita, hasilnya nihil, kami sekeluarga tidak menemukan nenek, dan teka teki rumah yg belakang dapurnya ada kobakan air. Kamipun berpikir keras, siapa lgi anggota keluarga yg dapat menembus lebih jauh kedunia gaib. Awalnya kami patah semangat, karna tidak berhasil menemukan dimana arwah nenek berada. 
         Ibuku punya bibi yang bekerja sebagai TKW, Dy sudah lama bekerja disana, keluarga kami sepakat untuk tidak menceritakan kematian nenek kepadanya, sebut saja Dy Mamah, karna kami sekeluarga takut kalau mamah tau Dy tidak konsen bekerja, namun stlh bbrpa Minggu nenek meninggal, mamah dikabarkan akan pulang ke Indonesia, akhirnya kamipun menyambut kedatangan mamah, namun anehnya mamah langsung ingin bertemu nenek, dan selalu mencari nenek, saat mamah datang kami tidak langsung memberitahu kalau nenek sudah meninggal, mamah yg bercerita bbrpa Minggu belakang Dy selalu bermimpi bertemu dengan nenek, dan meminta tolong kepadanya untuk pulang ke Indonesia. Mimpi itu selalu berulang, sehingga membuat mamah gelisah, dan mencurigai ada sesuatu yg tidak beres. Mamah berusaha mencari tau, namun kami sekelurga saat itu sepakat untuk tidak memberitahukan apa yang menimpah nenek., Akhirnya mamah pun dengan terpaksa harus mengakhiri kontrak kerja karna dilanda penasaran untuk pulang ke tanah air. Lama kelamaan kami pun harus memberitahukan yang sebenarnya, dan betapa terkejutnya mamah tahu bahwa nenek sudah tidak ada, mamah beberapa kali jatuh pingsan saat itu, kami yang melihatnya sangat prihatin, mamah memang salah satu kelurga yg dekat sekali dengan nenek. 

  Keesokan harinya, mamah dibawah ketempat kiai yang dulu kami datangi untuk mencoba kembali memasuki dunia gaib, dengan harapan mamah bisa menemukan dimana arwah nenek, malam itu bbrpa keluarga ikut untuk nememani mamah, setelah sampai disana mamah disruruh duduk menyila, awalnya mamah takut, tapi demi kecintaanya kepada nenek, mamah pun mau masuk kedunia gaib untuk mencari arwah nenek. Setelah mamah masuk semua terlihat normal, mamah masuk ke daerah kampung dan memasuki rumah nenek, namun tidak ada siapa2 disana, lalu Dy melihat ada satu rumah dimana rumah itu terlihat seperti rumah tua, akhirnya mamah memberanikan diri masuk kerumah tua tersebut, betapa terkejutnya mamah sampai di depan pintu Dy disambut oleh algojo yang bentuknya sangat besar dan seram, Dy pun sangat ketakutan dan tidak mengerti apa yg harus dilakukan, namun ada suara kake2 tua agar mamah mengahadapi algojo itu dengan tangan kosong, kake2 itu berpesan bahwa mamah akan dibantu oleh kake tersebut, perkelahian pun dimulai, entah bagaimana mamah tidak percaya bisa mengalahkan makhluk besar tersebut, mamah pun langsung masuk kedalam sambil berteriak " eceeeuu.. eceuu.. dimana, " teriak mamah memanggil nenek sambil nangis terisak. 
          Mamah berjalan kearah dapur, lalu Dy melihat nenek diikat bersama gedebong pisang, tapi sayangnya masih ada makhluk lain yg menjaga nenek, makhluk itu tinggi besar, berbulu serta bertaring, matanya merah menyala, mamah saat itu sempat down karna Dy merasa tenaganya sudah lelah sehabis berkelahi dengan algojo yg menyambutnya tadi. Mamah pun berdoa sebisa mungkin kepada Allah SWT agar melindungi dirinya dan diberi kekuatan agar bisa menghadapi makhluk tersebut, tidak lama kemudian mamah melihat ada yg datang, dan itu ternyata kakek2 berjubah putih, semuanya serba putih, jenggotnya pun putih sembari membawa tongkat, kakek itu berada tepat di belakang mamah, "ayu nak kakek hanya bisa bantu dari belakang, yang bisa melawan makhluk dan membebaskan saudara mu adalah dirimu, kakek hanya bisa memberimu kekuatan tenaga dalam " bisik sikakek kepada mamah. 
Mamah mengganggukan kepala bertanda Dy mengerti maksud sikakek, mamah merasa menjadi berani dan seperti memiliki kekuatan untuk menghadapi makhluk yang menyandra arwah nenek. 
  Tidak pikir panjang mamah pun langsung bertarung dengan makhluk tersebut, sembari sdikit berkomunikasi dengan makhluk tersebut, mamah penasaran siapa yg menyuruh makhluk itu untuk menyekap nenek dirumah ini, makhluk itu hanya tertawa.. "hhhaaa... Kamu smua juga mengenalnya" teriak makhluk besar tersebut. 
 Raga mamah yg duduk sila, terlihat sudah basah kuyup oleh keringat, saudara2 yang melihatnya hanya bisa berdoa, semoga mamah selamat dialam gaib, dan bisa menyelamatkan nenek. 
     Sekitar 1 jam berlalu, akhirnya makhluk besar itupun dikalahkan oleh mamah, namun mahluk tersebut tak memberitahu detail siapa yg menyuruh nya, makhluk tersebut selalu berkata sama, bahwa kita sekelurga mengenal orang tersebut. Setalah berhasil mengusir nya, mamah langsung memeluk nenek, dan melepaskan ikatannya, nenekpun menangis,.. mamah pun ikut menangis, raga mamah terlihat mengeluarkan air mata saat itu, namun saudara yg melihat saat itu panik, takut mamah kenapa2 di alam gaib, tidak ada yg bisa menyusul karna banyak yg tidak sanggup masuk kealam itu, hanya orang2 tertentu yg dapat menembus, salah satunya mamah.
     Singkat cerita.. mamah pun mengantar nenek ke kuburan yg sudah disediakan, namun pas dilihat mamah tidak melihat kuburan tapi yg terlihat adalah rumah yang cukup besar dan bercahaya, mamah dan nenek berpelukan untuk terakhir kalinya, namun mamah tidak mau pulang dan ingin ikut nenek di rumahnya yg baru, lalu kekek berjubah putih melarangnya dan menyuruh mamah untuk kembali kealamnya, karna masih banyak tugas yg belum diselesaikan dan memang mamah saat itu belum waktunya pulang. Mamah dan nenek saling berpisah, mamah melihat nenek masuk kerumah barunya sambil menangis. 

       Mamah kembali keraganya dengan selamat, dengan bgtu kelelahan, mamah pingsan saat itu, dan bbrpa saat kemudian lalu siuman, langsung nangis kejer.. saudara pun semua yg ikut menangis saat mendengar mamah cerita dialam gaib, bahwa nenek sudah pulang kerumah barunya. 

Sekian.

Terimakasih yang sudah mau membaca. 

HANTU PENJAGA PORTAL

Ini kisah nyata, tetangga sendiri yang alami. 
Mohon maaf jika dalam penulisan ada yg kurang pas atau typo, mohon koreksinya, masih dalam tahap belajar 🙏🙏

Langsung saja ... 

     Pak ovan baru saja pindah kesebuah perumahan yang sudah cukup lama berdiri, perumahan tersebut sudah berganti model rumah dari model aslinya, banyak warga yg merenovasi rumah mereka sehingga terlihat lebih bagus. Beliau bekerja sebagai driver online, sudah biasa jika dirinya pulang tengah malam, tapi selama jadi driver online dia tidak pernah menemukan hal yang janggal, namun setelah dia dan keluarga nya pindah kerumah baru tersebut, kerap kali menemukan hal2 diluar nalar. 
     Seperti biasa, pak ovan duduk2 santai sembari meminum kopi, tak lupa aplikasi driver online pun sudah posisi On, biasanya pagi2 seperti ini tak jarang orang mencari taxi online, tidak lama kemudian suara HP berbunyi
 " triiingggg ... " 
" Walahh.. alhamdulilah pagi2 udh da yg nyangkut orderan, kebandara lumayan lah" kata pak oval bahagia. 
"Bu... bapa berangkat dlu, ini udh ada yg nyantol" pamit pak ovan kepada istri 
"Iyaa pak.. hati2 ya.." saut istrinya sambil mencium tangan 
"Bu, barang2 sdikit2 saja rapikannya, jgn terlalu kecapean, doakan hari ni banyak orderan ya, assalamualaikum " nasihat pak ovan sambil masuk kedalam mobil. 

       Hari ini pak ovan mendapat banyak orderan, waktu menunjukan pukul 12 malam, tadi beliau tidak sempat pulang krmhnya untuk makan siang, dikarenakan orderan yg mental lumayan jauh dari daerahnya, akhirnya pak ovan mematikan aplikasi dan pulang menuju rumahnya, sekitar pukul 1 tgh mlm  pak ovan sampai depan gerbang perumahan, Dy berjalan perlahan, setelah sampai portal gang rumahnya sayangnya portal tersebut sudah ditutup, mau tidak mau Dy harus mutar lewat belakang, padahal rumahnya tidak jauh dri portal tersebut. 
    Dari kaca spion sebelah kiri, pak ovan melihat ada bapak2 sedang duduk didekat portal,baju yg dikenakan seperti baju jaman dahulu bila ingin kesawah, celana cingkrang warna hitam, tapi yang membuat aneh, bapak tersebut memakai camping (topi kerucut yg biasa org pakai kesawah)  tapi seperti tanpa kepala. Pak ovan sontak kaget dibuatnya "astagfirullaaah.... Siapa itu " tanya pak ovan dalam hati sambil menegaskan lagi penglihatannya lewat kaca spion, beliau ingin sekali menoleh kebelakang, tapi keberaniannya ciut, mengingat Dy warga baru disana. Setelah Dy memutar lewat belakang, dilihat portal itu kembali olehnya, namun bapak2 memakai camping tersbut sudah tidak ada. 
      Keesokan harinya, pak ovan tidak berani menceritakan kejadian semalam kepada istrinya, khawatir istrinya takut nanti 
 "aahh.. mungkin semalam saya kelelahan jadi ngelantur kali ya " gumam pak ovan berpikir positive. 
Hari ini pak ovan berangkat agak siang, karna ingin membantu sang istri berbenah barang2 yg blm dirapikan. Setelah selsai, beliau pun berangkat mencari penumpang, tumben sekali hari ini sepi.. " tumben nih, seret sekali .. ada yg nyantol, tp jaraknya dekat.. muter lagi deh.. " kata pak ovan sambil melajukan kendaraan mobilnya. 

      Hari semakin sore dan menjelang malam.. tak kunjung orderanpun masuk. Pak ovan sambil tiduran didalam mobil tiba2 HP nya berbunyi "triiinnnggg..... " 
Dilihat ada orderan masuk namun kedaerah Bekasi tambun, lumayan jauh waktu menunjukan jam 8 malam, namun tarifnya lumayan, mengingat hari ini melehoy alias sepi pikirnya, terpaksa Dy ambil orderan itu.  Padahal beliau tidak mau kemalaman lgi sampai rumah seperti kmrin, namun apa boleh buat demi sesuap nasi. Tepat pukul 10an malam pak ovan mengantarkan penumpang ketujuan, menunggu bbrpa lama orderan tidak ada yg nyangkut ke daerah Jakarta atau Tangerang, akhirnya pak ovan pulang tanpa penumpang, sampai rumah kira sekitar jam 12an, gerbang terlihat masih dibuka.. dengan leganya dilihat tidak ada siapa2 dstu. Pak ovan melaju kan mobilnya melewati portal namun setelah melewati portal tersbut dilihat dri kaca spion terlihat lagi sosok bapak2 memakai camping tanpa kepala itu, pak ovan dibuat kaget olehnya "perasaan tadi gk lihat ada org dstu " gumam pak ovan heran sambil merinding. Buru2 pak ovan membuka gerbang tanpa melihat lagi ke arah portal lalu memasukan mobilnya kehalaman rumah. Dengan tergesah2 Dy msuk kedalam rumah, dilihat istrinya blm tdr masih membereskan barang yg  ada dikardus.  
"Assalamualaikum.." salam pak ovan sambil tergesah2 
"Walaikumsalam... Loh bapak kenapa ko kyk buru2 gtu! " Tanya istri pak ovan penasaran. 
"Hhmm gpp Bu, bapak cape aja habis nganter ketambun tadi" jawab pak ovan berbohong, beliau tidak mau meceritakan apa yg beliau lihat barusan. 
     Singkat cerita, beberapa malam pak oval selalu melihat penampakan tersebut.. sepertinya pak ovan sudah biasa dengan kehadiran sosok bapak2 memakai camping tanpa kepala itu. Namun malam itu anehnya sosok tersebut tidak ada "alhamdulilaaahh" gumam pak ovan lega, tapi tiba2 pak oval melihat ada yang terbang dari tiang listrik dekat portal kearah rumah bertingkat  dekat portal, saat ditegaskan lagi apa yg terbang ternyata semua serba putih rambut panjang langsung hilang begitu saja saat diteras lt 2 rumah tersebut. Pak ovan sangat kaget bukan kepalang "astagfirullaaah.. apalgi ini " pak ovan langsung tancapk gas dan buru2 menuju rumahnya. 
      Sudah hampir seminggu pak ovan tinggal dirumah itu, dan kemudian diadakan pengajian syukuran dirumahnya. 
Jadi posisi rumah pak ovan itu, 3 rumah dari portal, dan posisi rumah ibu saya percis Deket portal tersebut dan depan rumah ibu saya rumah 2 lantai yg baru dibangun. namun, semenjak rumah itu dibeli, kami tidak tau siapa penghuni rumah tersebut, keluarga tersebut sangat tertutup. 
          Tidak lama kemudian, malam2 ada keributan kecil diluar, kami keluar rumah semua termasuk ibu saya dan keluarga pak ovan, disitu kami berkesempatan mengobrol dengan pak ovan, dan pak ovan menceritakan semua yg beliau alami selama ini yg melihat sosok bapak2 pakai camping penunggu portal tersebut. Saya dan ibu saya mendengarnya, namun anehnya ibu saya santai saja mendengar cerita dari pak ovan, dan ternyata ibu saya pun pernah melihat bapak2 tersebut, tapi sudah lama sekali baru2 pindah kerumah yg kami tempati sekarang. Kejadiannya tahun 2000an, posisi depan rumah belum dibangun, masih model asli bawaan perumahan, dlu rumah itu punya teman ibu sebut saja Dy Mamah Ani,  saat ibu main dirumah mamah ani, saat menonton TV ibu saya melihat ada sosok bapak2 memakai camping tanpa kepala berjalan kearah dapur. Ibu saya langsung kaget dan langsung kedapur dan mencari sosok tersebut namun hilang begitu saja. 
      Usust punya usut, bapak bercamping tanpa kepala ini sudah menjadi rahasia umum di warga perumahan kami (saya aja yg gk tau dan alhamdulilah blm pernh ditemuin sama makhluk itu, padahal saya dlu sebelum nikah pulang mlm trus 😂😁, tapi alhamdulilah tidak pernah bertemu yg bgtuan ),. Jadi, dahulu kala jauh sebelum perumahan ini dibangun, posisi gang kami itu adalah area persawahan, rumah tingkat depan saya itu dulunya kayak kobakan air,  dulu ada petani yg dibunuh di kobakan itu dan kepalanya di tebas sampai putus, katanya sih permasalahan salah paham, saya juga kurang tau jelas kenapa sipetani itu dibunuh. Kemudian, kepala petani itu dibawa, dan tinggal jasad tubuhnya saja yg tergenang dikobakan itu, setelah kejadian itu warga sini jauh sebelum saya  tinggal selalu dihantui sama sipetani itu untuk mencari kepalanya. 
    Setelah bbrpa tahun berlalu, baru lah ada deploper yang membeli wilayah disini untuk dijadikan perumahan. Dan makhluk tanpa kepala tersebut memang selalu ada di rumah itu dan kadang juga ada didekat portal namun tidak ganggu, kadang memang Dy menampakan kebbrpa orang yg Dy hendaki. 
       Masalah depan rumah saya, emang rumah itu sedikit angker katanya, tapi saya gk pernah nemuin hal aneh2, tapi sipemilik rumah pasang CCTV disetiap sudut rumahnya, kerap kali nemuin makhluk2 halus, dan sampai sekarang dirumah itu selalu diadakan pengajian bapak2 tiap malam Rabu. 


Sekian. 

KEJADIAN MISTIS SAAT PULANG KAMPUNG

Hyeee.. udah lama gk nyampah di blog, udah sekian lama yah hampir  mau 5 tahun kali ya, gk nulis lgi.  Maklum semenjak udh nikah dan punya baby jadi udh males nulis lagi. Insyaallah sekarang mau rutin nulis nih, tapi lebih ke horror. 
Masih tahap belajar... 😁🙏 Semoga tetep konsisten untuk nulis terus ya. 
Ini kisah nyata, saudara sendiri yang alamin. Saya kemas lagi semenarik mungkin. Selamat membaca. 😚
 

 Penulis : Yessi Mareta 
Dari : Tangerang

Based On True Story



“ Kejadian Mistis Saat Pulang Kampung “


     
Pada hari itu, mang Maman berencana ingin pulang kampung, ia bekerja di Jakarta sebagai tukang bangunan dan setelah proyek bangunan selesai ia di izinkan untuk libur. Sudah hampir satu tahun mang Maman merantau mengerjakan proyek di Jakarta. 
Kamis pagi, mang Maman mengemas barang-barang nya, tidak semua barang di bawa pulang, karena beberapa minggu lagi ia akan kembali ke Jakarta untuk mengerjakan proyek tambahan, tapi ia izin kepada mandor untuk pulang karena kangen keluarga di kampung, akhirnya ia pun berangkat keterminal  untuk naik bus ke kampungnya di daerah Jawa Barat tepatnya di Sukabumi. Tidak lupa mang Maman mampir untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta dikampung, hatinya senang sekali akhirnya bisa pulang kampung. 
      Sekitar pukul 10 pagi, ia sampai terminal dan mencari bus yang menuju arah kampungnya, anehnya bus yang biasa dinaiki sangat langka, lalu ia  bertanya  kepada petugas terminal bus yang akan ia naiki, dan ternyata busnya datang sekitar pukul 11 siang, mang Maman menunggu di terminal selama 1 jam. Sudah tidak sabar ia ingin cepat naik bus agar cepat sampai kampung. 
     Benar saja pukul 11 siang busnya pun sampai terminal, buru-buru mang Maman naik dan memilih duduk di belakang supir. Sudah hampir 1  jam berlalu tak ada satupun penumpang yang naik, akhirnya supir  berjalan perlahan keluar terminal sembari mencari penumpang di jalan. Bus berjalan perlahan sekali membuat mang Maman gelisah karena waktu semakin siang, mang Maman takut kemalaman sampai kampung. Karena kampung mang Maman ada di kabupaten sukabumi, dari kota Sukabumi masih harus menempuh waktu 5 jam untuk sampai kampung halaman dan harus beberapa kali menaiki bus dan angkutan umum. 
     Pukul 3 sore bus sampai terminal Sukabumi, mang Maman harus menaiki angkutan umum untuk memotong jalan menuju terminal jalur yang lebih cepat, sampai lah ia bertemu bus yang mengarah ke kampung halaman, bus kecil walau agak terlihat rombeng, namun mang Maman tetap menaiki bus tersebut.

 “dari pada kemaleman dijalan" pikir mang Maman.


Setelah beberapa jam perjalanan mang Maman terlelap tidur, ia dibangunkan oleh kenek gara-gara bus mogok. Semua penumpang turun untuk melihat, waktu menunjukan pukul 7 malam.

“haduhh, bisa-bisa kemaleman ini teh” gumam mang Maman gelisah
 
Sekitar pukul 7 lewat 30 menit bus pun menyala dan melanjutkan perjalanan. Jam 10 malam akhirnya mang Maman sampai dikampung halaman. Namun  jam segitu sudah tidak ada ojek untuk masuk ke desa rumah kelurganya mang Maman. Mang Maman duduk di bale depan warung yang sudah tutup, sambil bingung bagaimana bisa sampai rumah. Desa itu sangat sepi, biasa dikampung setalah isya saja sudah sepi, apalagi sudah mau tengah malam seperti ini. 
Mang Maman pun akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumahnya yang berada lumayan jauh dari jalan utama, rumah dikampung saat itu masih jarang, satu rumah terpisah beberapa meter dengan rumah yang lain, penerangan pun sangat minim saat itu, ia tidak menemukan 1 pun orang dikampung itu. Tidak lama kemudian ia melihat ada rumah yang sedang dibangun dan terlihat ada beberapa org yg sedang duduk di teras rumah. 

“Alhamdulillah, papangih jeung jelema (bertemu juga sma manusia)” kata mang Maman

Setelah sampai rumah  tersebut mang Maman mengucapkan salam kepada laki-laki yang sedang duduk, ada 3 orang disana, namun anehnya wajah mereka pucat semua. Mang Maman tidak mau berpikir aneh-aneh, ia berpikir masa iya ada setan nongkrong rame-rame. 

“Assalamualaikum kang” ucap mang Maman
“Walaikumsalam” saut 3 laki-laki tersebut

Namun masih menunduk

“Punten kang, nuju naon iye ? aduh urang ka petingen, tos uih dari kota (permisi mas, lagi pada ngapain, saya baru pulang dari kota)"  kata mang Maman 

Tidak ada yang menjawab, hanya ada 1 laki-laki yang langsung melihat mang Maman. 

“Asa kenal, aduh poho saha nya? (Kaya kenal, tapi lupa, siapa ya? “ Timpal mang Maman sambil berpikir , 
“yeeh..mang Ali sanes? ( Mang Ali bukan ?)” Lanjut mang Maman sambil cengengesan.

Laki-laki itupun meng anggukan kepala, menandakan benar bahwa ia mang Ali. 

Singkat cerita mereka akhirnya mengobrol, namun yang aneh hanya mang Ali yg berbicara dan meyauti ucapan mang Maman, disitu mang Maman disediakan kopi, sampai larut malam. ia pun membuka beberapa oleh-oleh dari kota untuk disantap bersama. Namun, tak ada satupun yang disantap oleh mereka bertiga. Waktu semakin larut, mang Maman  ingin melanjutkan perjalanan namun oleh mang Ali tidak di izinkan karna waktu sudah tengah malam, dan menyuruhnya untuk menginap dirumah yang belum jadi itu.
Tanpa pikir panjang mang Maman akhirnya mengiyakan untuk menginap disana karna badan nya juga  terasa sangat lelah. Mang Maman tidur diruang tengah, bersama ketiga lelaki itu. Mang Maman tidak menaruh curiga sama sekali terhadap mereka bertiga, badan nya sangat lelah sehingga malas untuk berfikir yang aneh-aneh. 
Karena lelah mang Maman tidur duluan, ia sudah tidak sabar menyambut pagi untuk  betemu sang ibu. Mang Maman terlelap dalam tidurnya dan bermimpi  sangat aneh. ia bermimpi melihat mang Ali dan 2 orang temannya pergi kearah dapur dan kemudian satu persatu dari mereka menyeburkann diri ke lubang sumur yang ada belakang rumah.
       Mang Maman bangun dengan kagetnya, dilihat samping kanan kiri tidak ada siapa-siapa, terlihat hari sudah mulai terang. Mang Maman mencari ketiga orang tersebut tapi tidak ketemu, mungkin mereka sedang beli bahan-bahan bangunan, pikir mang Maman. Mang Maman pun keluar dari rumah itu, ada beberapa warga yang lewat, tapi melihat mang Maman sangat aneh dan seperti orang ketakutan. Setelah beberapa lama jalan mang Maman melihat ada tukang ojek, akhirnya ia naik ojek menuju rumahnya agar lebih cepat sampai.  

Sesampainya dirumah mang Maman sangat senang akhirnya bisa sampai juga ke rumah tercinta, bertemu sang ibu, mang Maman pun disambut hangat oleh keluarga, sambil ngopi dan duduk-duduk mang Maman menceritakan kejadian semalam kepada ibu nya. Bahwa sebetulnya ia sudah sampai kampung tadi malam, namun ia menginap dirumah yang selagi dibangun oleh mang Ali. Ibu mang Maman pun sontak kaget mendengar cerita dari anaknya, dan tidak percaya apa yg dialami oleh mang Maman. 

Kemudian ibunya bercerita bahwa beberapa bulan yang lalu ada musibah yang mengerikan di rumah tersebut yang menimpa mang Ali dan rekan-rekannya. Mang Ali dan rekannya 2 orang  tercebur di sumur, awalnya hanya 1 orang yang tercebur namun di tolong oleh mang Ali dan 1 rekannya lagi,  namun naas  mereka malah ketarik dan masuk kedalam sumur tersebut dan tidak tertolong, tidak ada yg tahu kejadian tersebut sampai beberapa hari sang keluarga dari mang Ali mencari dan curiga kenapa mang Ali tidak pulang-pulang kerumah, saat di telusuri mang Ali dan 2 orang rekannya sudah mengambang di sumur belakang rumah yang sedang dibangun. 

Satu kampung di buat geger oleh kejadian itu. Mendengar cerita itu mang Maman pun sangat kaget dan tidak percaya bahwa semalaman ia bersama 3 orang arwah yg tercemplung di dalam sumur, mang Maman langsung merinding dan mengucap syukur dirinya tidak kenapa-kenapa. Keesokan harinya mang Maman jatuh sakit badannya deman, mungkin karena syok dengan apa yang ia alami kemarin. 

Sekian. 



 



Sekian. 😁

Terimakasih sudah mau membaca dan mampir ke blog saya. 
See you, in the next stories 🥰✋
 



       

Selasa, 19 Desember 2017

Perjuangan menjadi seorang IBU

"perjuangan menjadi seorang Ibu atau Bunda (bunbun) "

Detik-detik sang buah hati muncul kedunia ini, saat itu tak terasa air ketuban rembes begitu saja,  tak mengerti air yg menetes secara perlahan itu air ketuban krna ini kehamilan pertama, kata orang kalau mau melahirkan itu terjadi kontraksi, perut mulas seperti ingin BAB.  Namun ini sangat aneh saya tidak merasakan kontraksi sakit perut mulas dan sebagainya seperti orang ingin lahiran pada umumnya. 
sy pun cuek dengan air ketuban yg semakin rembes karna saya pikir saya tidak akan lahiran saat itu dan merasa bahwa cairan itu hanya rembesan air pipis yg saya tidak elap sehabis pipis. Beberapa jam beralalu, air rembesan itu semakin banyak keluar dan akhirnya saya menanyakan kepda ibu saya bagaimana ciri-ciri air ketuban itu?  (kebetulan ibu saya sedang diluar rumah) ibu sayapun menjawab bahwa air ketuban itu seperti air putih tidak berbau, lalu ibu saya menyuruh saya menunggu ibu saya pulang. Setelah sampai ibu saya dirumah ibu saya melihat cairan yg keluar dari vagina saya lalu mengajak saya ke bidan terdekat saat tiba dibidan, bidan langsung memeriksa kehamilan sy  dan kemudian bidan itu bilang klw sy harus segera di operasi Caesar krna air ketuban yg ada didalam sudah hampir habis dan tkutnya dedebayinya  susah bernafas. Perasaan campur aduk, rasa takut rasa senang yg sbntr lgi sya bisa melihat sang buah hati,  namun disisi lain saya khawatir keadaan dy dlm kandungan apakah masih cukup air ketubannya untuk dy bernafas? ..

Akhirnya sya dirujuk ke RS  di kota Tangerang untuk melakukan operasi. Perjalanan yg ditempuh kurang lebih 2 jam karna keadaan jalanan yg sangat macet saat itu. Pikiran saya sudah melayang2, sudah 2 jam berlalu saya  tak sedikit pun merasakan kontraksi. Setibanya di RS saya langsung di bawa ke UGD namun sayangnya tidak langsung di lakukan tindakan operasi krna harus menunggu dokter kandungan, tak terasa darah di tempat saya tidur sudah banyak.

Setelah 1 jam menunggu dokter kandungan akhirnya saya di bawa ke ruang transit untuk persiapan operasi, namun saat diperiksa HB sy rendah dan harus transfusi darah 2 kantong, namun saat itu golongam darah A+ tidak tersedia dan harus menunggu kiriman dari PMI, tindakan operasipun tertunda karna dokter anastesi tidak mau melakukan pembedahan kalau darah blm ada. krna dokter anastesi tidak mau mengambil resiko takut sy pendarahan dan tidak tertolong. sedangkan darah kiriman dari PMI dtgnya kira-kira 4 jam kemudian.

Dokter kandungan memeriksa jantung Debay yg saat itu detak jantungnya sudah mencapai 190 perdetik. Saya pun mendengar suara detak jantung sang buah hati sudah tidak karuan.  Dokter bilang "bu dede bayinya  udh mulai sesak nafasnya "    " Ya Allah.. Selamatkan lah buah hati hamba " mulut yg tak pernah berhenti mengucap doa dan saat itu saya pasrahkan semuanya dan meminta dokter kandungan secepatnya melakukan operasi walau darah blm ada, selamtkan dedebayinya dulu dokter, biarkan apa yg terjadi sama saya itu urusan belakangan. Kemudian suami dan ibu saya mendatngani sebuah pernyataan persetujuan pembedahan dan kalau terjadi apa2 keluarga sudah setuju, saat itu keluarga pun pasrah dan terus berdoa agar saya dan desebayinya selamat.

Akhirnya sy dibawa keruang operasi untuk melakukan pembedahan, setengah badan saya di bius,  agar saya tidak merasakan apapun saat pembedahan.
saya trus berdoa agar buah hati saya selamat dan saat itu saya pasrahkan kepada sang pencipta.
Kurang lebih 30 mnit berlalu saya mendengar tangisan kecil dari sang buah hati.. " alhamdulilahh Ya Allah terimakasih.. "  "bu selamat ya dede bayinya cantik" saya hanya tersenyum kecil melihat buah hati sy sudah lahir kedunia ini keadaan saya saat itu sudah setangah sadar krna mungkin darah semakin habis.

Operasipun telah selsai "alhamdulilah operasinya lancar" , sayapun terkena efek obat bius dengan merasakan menggigil yg luar biasa, tak berapa lama kemudian akhirnya darah pun dtg dan sy langsung bisa transfusi darah.
Tak henti hentinya mengucapkan rasa syukur kepada Allah karna telah memberikan saya kesempatan untuk menjadi seorang ibu.
Tidak sabar rasanya menunggu pagi ingin melihat malaikat kecil saya, melihat wajah kecilnya yg mungil.

Ohh Nazia Ghania Almahyra malaikat kecilku terimakasih telah ikut berjuang bersama bunda, terimakasih telah bertahan bgtu lama.  Maaf kan bunda yg harusnya tahu dari awal bahwa air rembesan itu adalah ketuban, bunda janji akan selalu menjaga Zia sampai kelak kau dewasa nanti.

I love my baby girl