"Nenekku meninggal karena disantet"
Keluarga nenek ku terbilang sangat kekurangan saat itu, faktor ekonomi lah yg membuat ibuku pergi merantau ke Jakarta untuk mengubah perekonomian keluarga. Dengan berat hati nenekku mengizinkan ibuku untuk pergi kerja di Jakarta, aku sndri dititpkan dan dibesarkan oleh nenekku dikampung, selama bertahun tahun ibuku merantau dan sesekali Dy mengirimkan uang untuk neneku, dan dikumpulkannya uang itu sehingga yang tadinya tidak punya apa2 terbelilah satu persatu keinginan nenek,. Dy membeli sepetak sawah, sampai sawahnya berkhektar hektar dikampung, itu berkat dari ibuku yg sangat bekerja keras di Jakarta mencari nafkah.
Kini, kehidupan kami pun terlihat layak, namun tak disangka setelah hidup berkecukupan nenek malah sakit2an, sakitnya sangat aneh, menjelang setalah sehabis panen penyakit itu muncul, seperti orang gatal2 dan penuh bentol besarr2 kalau kata orang Sunda namanya kali gata. Aku kerap sekali membantu nenek menggaruk punggungnya pakai sisir, kadang pakai garpu, Karan kalau pke tangan tidak terasa katanya. Setiap kali penyakit itu datang, aku selalu meminta ibu untuk pulang dan melihat kondisi nenek, anehnya setiap ibuku pulang untuk menengok nenek, penyakit nenek hilang bgtu saja.. seperti org biasa kembali, cuma ada bekas2 garukan benda2 tajam saja. Kejadian seperti ini berlangsung selama beberapa tahun.
Pada saat itu ibuku pulang kampung dan merencanakan akan membawa aku untuk tinggal dijakarta dan menersukan sekolah disana. Aku yg waktu itu masih SD hanya Manut saja, namun dengan berat hati harus meninggal kan nenek. Singkat cerita penyakit nenek yg suka gatal2 tidak pernah datang lagi, namun digantikan dengan sakit kepala yg sakitnya luar biasa katanya, seperti biasa penyakit itu datang setelah sawah panen.
Nenek sudah dibawa ke orang pintar, kata orang pintar ada tetangga yang sirik dan menanam sesuatu disekitar rumah, akhirnya kami sekeluarga menggali pinggiran rumah teras serta belakang rumah nenek, namun hasilnya nihil, kami tidak menemukan apapun.. setelah kami datang lgi ke orang pinter tersebut, barang yg ditanem sudah lama jadi sudah sangat dalam dan berakar.
Namun anehnya penyakit nenek saya kadang ada kadang hilang. Neneku pun selalu berserah kepada yang Maha Kuasa.
Beberapa tahun berlalu, saat itu q inget masih SMA, ibuku menyuruh neneku untuk secepatnya kejakarta, ibuku bersikeras nenek harus kejakarta sebelum panen tiba, dan membiarkan panen sawah oleh orang lain, yg penting nenek ku tidak usah ikut memanen, namun neneku bersikeras juga tidak mau meninggalkan sawahnya yg sedang panen.
Padahal ibuku saat itu sudah mendapat firasat yg buruk, ibuku bermimpi Dy pulang kampung dan melihat warga kampung membawa keranda menuju area kuburan, ibuku bertanya kepada warga yg ikut mengiringi keranda itu " siapa itu yg didalam keranda" tanya ibuku
"Ini tetuta dikampung" jawab salah satu warga.
Ibuku berfikir siapa tetua dikampung? Apakah wa haji atau siapa. Ibuku tidak berfikir bahwa yg didalam keranda itu adalah neneku, karna setau ibuku neneku bukan yg paling tua dikampung itu.
Aku inget, hari itu hari senin, saudara dikampung menelpon bahwa neneku sakit parah, dan sudah dibawa ke RS terdekat dan sudah dirawat disana, bbrpa hari dirawat tidak ada kemajuan, malah sakitnya makin parah, akhirnya ibuku menyusul kesana untuk membawa neneku ke RS besar yg ada di kota.. ibukupun kesana dan membawa neneku ke RS besar, sya inget hari itu hari Rabu, sudah ada 3 RS besar menolak nenek karna dengan alasan tidak ada alat yg memadai, dan kamar penuh. Akhirnya nenekupun mendapat perawatan di RS kota yg agak jauh dari kota tersebut.
Setelah menyelesaikan administrasi ibuku pamit pulang kejakarta karna posisi waktu itu ibuku membawa adik2 ku yg masih sekolah, akhirnya terpaksa Dy pulang hari Rabu malam jam 21.00 dan berencana besok akan ke RS lagi untuk menemani neneku. Belum lama ibuku sampai rumah, tlpn rumah berbunyi, aku lihat jam pukul 3 pagi, ibuku blm sampai jga, gumam ku,. Langsung aku mengangkat tlpn yg berdering sedari tadi,
" halloooo.... " Sapa ku, terdengar suara wanita sedang menangis, akupun bertanya " halloo halooo.. siapa ini ... ! " Tanya ku lagi sambil sdikit membentak.
"Haloooo,.. neng... Ibu udah sampe rumah ? " Tanya seorang wanita dri tlpn ,yg ternyata itu adalah bibi ku
"Belum.. kayaknya msih dijalan, ada apa Bi, qo nangis gtu ? " Tanya ku penasaran, bibi ku ditanya malah nangiss kejer, makin jengkel q dibuatnya.. kenapa bertele2 sekali, bkin org penasaran aja, pikir ku dalam hati.
"Neneeek meninggal neng... " Kata bibi ku sambil nangis kejerrr
Aku sontak kaget tidak percaya mendengarnya, akupun langsung menangis sejadinya.
Singkat cerita, aku sekeluarga pun pulang kampung untuk menyiapkan pemakaman dan tahlilan untuk almarhumah neneku, sudah bbrpa hari kami dikampung, tahlilan diadakan selama 7 hari berturut turut, namun kejanggalan demi kejanggalan datang saat tahlilan tiba. Ibuku yg semakin curiga dengan kematian neneku yg bgtu janggal, saat itu ibuku begitu terpukul kehilangan neneku, padahal ibuku sudah menyiapkan sejumlah uang untuk nenek ku pergi haji, namun sayangnya AJAL Lebih dulu menjemput nenek ku.
Malam kedua tahlilan, ibuku sengaja memanggil org pinter untuk berjaga karna dari malam kemarin suasana sangat mencekam. Saat itu q melihat org pinter itu duduk menyila di satu kamar yg disediakan ibuku, q melihat Dy seperti org yg sedang merangsang, tapi tangannya tidak berhenti bergerak seperti menahan sesuatu. Aku langsung lari dan memanggil ibuku dan menceritakan apa yang aku lihat. Tidak lama kemudian ada suara wanita berteriak terbang melewati pinggiran rumah, sebagian bapak2 yg melihat langsung mengejar wanita yg memakai baju merah tersebut. Namun tidak berhasil menangkap sosok wanita tersebut.
Keesokan harinya, siorang pintar itu bercerita bahwa semalam Dy bertengkar dengan sosok jin wanita , wanita itu terlihat cantik farasnya sehingga membuat siorang pintar itu tertarik dan tergoda untuk berhubungan intim, namun siorang pintar itu menyadari bahwa yg dihadapinya adalah jin jelmaan yang memang sedari tadi menggodanya untuk melakukan hubungan intim agar orang pintar itu bisa dikalahkan, lalu Dy sadar dan sosok wanita cantik itu berubah jadi kuntilanak merah yg mengerikan, sontak siorang pintar itu langsung mengeluarkan jurus untuk mengalahkan jin tersebut. Makanya semalam sosok jin tersebut berteriak dan langsung pergi bgtu saja.
Di malam ketiga tahlilan, warga kampung digegerkan melihat sosok pocong yang bertubuh gemuk, warga mengira itu adalah pocong nenek ku karna memang neneku perawakannya gemuk. Pocong itu selalu meminta tolong. Malam itu tetangga nenek yg bernama mimih pulang dari tahlilan, rumahnya memang terbilang paling jauh diantara tetangga yg lain, saat Dy berjalan melewati pohon pisang Dy melihat ada seperti gedebong pisang yg sangat besar terbungkus kain kafan, mimih pun kaget "astagfirulaaah.. ya Allah.. " ucap mimih " miiihh.. tolongaan mih " kata sosok yg seperti pocong tersebut.
Mimih pun lari terbirit birit menuju rumahnya. Dan menceritakan ke warga kampung apa yg Dy alamai tadi malam.
Hari berikut sampai tahlilan selsai, ibuku merasa tidak puas, seperti ada yg mengganjal.. ibuku merasa bahwa neneku dalam kesulitan, dan yg dikubur itu bukan neneku hanya jasadnya saja yg menyerupai neneku. Akhirnya ibu dan pamanku Kekiai yg katanya bisa menyelesaikan persoalan yg seperti ini, disana mereka dibuat kaget bahwa nenek ku disantet oleh 4 orang sekaligus, dan benar saja arwah nenek berada disuatu tempat, dan Kami sekeluarga harus ikut mencari kedunia gaib, dimana arwah nenek di sekap.. satu persatu keluarga pun diajak kedunia gaib untuk mencari dimana nenek, karna ada petunjuk nenek diikat disuatu tempat seperti dapur tapi depan dapur itu seperti ada air kobakan.
Singkat cerita, hasilnya nihil, kami sekeluarga tidak menemukan nenek, dan teka teki rumah yg belakang dapurnya ada kobakan air. Kamipun berpikir keras, siapa lgi anggota keluarga yg dapat menembus lebih jauh kedunia gaib. Awalnya kami patah semangat, karna tidak berhasil menemukan dimana arwah nenek berada.
Ibuku punya bibi yang bekerja sebagai TKW, Dy sudah lama bekerja disana, keluarga kami sepakat untuk tidak menceritakan kematian nenek kepadanya, sebut saja Dy Mamah, karna kami sekeluarga takut kalau mamah tau Dy tidak konsen bekerja, namun stlh bbrpa Minggu nenek meninggal, mamah dikabarkan akan pulang ke Indonesia, akhirnya kamipun menyambut kedatangan mamah, namun anehnya mamah langsung ingin bertemu nenek, dan selalu mencari nenek, saat mamah datang kami tidak langsung memberitahu kalau nenek sudah meninggal, mamah yg bercerita bbrpa Minggu belakang Dy selalu bermimpi bertemu dengan nenek, dan meminta tolong kepadanya untuk pulang ke Indonesia. Mimpi itu selalu berulang, sehingga membuat mamah gelisah, dan mencurigai ada sesuatu yg tidak beres. Mamah berusaha mencari tau, namun kami sekelurga saat itu sepakat untuk tidak memberitahukan apa yang menimpah nenek., Akhirnya mamah pun dengan terpaksa harus mengakhiri kontrak kerja karna dilanda penasaran untuk pulang ke tanah air. Lama kelamaan kami pun harus memberitahukan yang sebenarnya, dan betapa terkejutnya mamah tahu bahwa nenek sudah tidak ada, mamah beberapa kali jatuh pingsan saat itu, kami yang melihatnya sangat prihatin, mamah memang salah satu kelurga yg dekat sekali dengan nenek.
Keesokan harinya, mamah dibawah ketempat kiai yang dulu kami datangi untuk mencoba kembali memasuki dunia gaib, dengan harapan mamah bisa menemukan dimana arwah nenek, malam itu bbrpa keluarga ikut untuk nememani mamah, setelah sampai disana mamah disruruh duduk menyila, awalnya mamah takut, tapi demi kecintaanya kepada nenek, mamah pun mau masuk kedunia gaib untuk mencari arwah nenek. Setelah mamah masuk semua terlihat normal, mamah masuk ke daerah kampung dan memasuki rumah nenek, namun tidak ada siapa2 disana, lalu Dy melihat ada satu rumah dimana rumah itu terlihat seperti rumah tua, akhirnya mamah memberanikan diri masuk kerumah tua tersebut, betapa terkejutnya mamah sampai di depan pintu Dy disambut oleh algojo yang bentuknya sangat besar dan seram, Dy pun sangat ketakutan dan tidak mengerti apa yg harus dilakukan, namun ada suara kake2 tua agar mamah mengahadapi algojo itu dengan tangan kosong, kake2 itu berpesan bahwa mamah akan dibantu oleh kake tersebut, perkelahian pun dimulai, entah bagaimana mamah tidak percaya bisa mengalahkan makhluk besar tersebut, mamah pun langsung masuk kedalam sambil berteriak " eceeeuu.. eceuu.. dimana, " teriak mamah memanggil nenek sambil nangis terisak.
Mamah berjalan kearah dapur, lalu Dy melihat nenek diikat bersama gedebong pisang, tapi sayangnya masih ada makhluk lain yg menjaga nenek, makhluk itu tinggi besar, berbulu serta bertaring, matanya merah menyala, mamah saat itu sempat down karna Dy merasa tenaganya sudah lelah sehabis berkelahi dengan algojo yg menyambutnya tadi. Mamah pun berdoa sebisa mungkin kepada Allah SWT agar melindungi dirinya dan diberi kekuatan agar bisa menghadapi makhluk tersebut, tidak lama kemudian mamah melihat ada yg datang, dan itu ternyata kakek2 berjubah putih, semuanya serba putih, jenggotnya pun putih sembari membawa tongkat, kakek itu berada tepat di belakang mamah, "ayu nak kakek hanya bisa bantu dari belakang, yang bisa melawan makhluk dan membebaskan saudara mu adalah dirimu, kakek hanya bisa memberimu kekuatan tenaga dalam " bisik sikakek kepada mamah.
Mamah mengganggukan kepala bertanda Dy mengerti maksud sikakek, mamah merasa menjadi berani dan seperti memiliki kekuatan untuk menghadapi makhluk yang menyandra arwah nenek.
Tidak pikir panjang mamah pun langsung bertarung dengan makhluk tersebut, sembari sdikit berkomunikasi dengan makhluk tersebut, mamah penasaran siapa yg menyuruh makhluk itu untuk menyekap nenek dirumah ini, makhluk itu hanya tertawa.. "hhhaaa... Kamu smua juga mengenalnya" teriak makhluk besar tersebut.
Raga mamah yg duduk sila, terlihat sudah basah kuyup oleh keringat, saudara2 yang melihatnya hanya bisa berdoa, semoga mamah selamat dialam gaib, dan bisa menyelamatkan nenek.
Sekitar 1 jam berlalu, akhirnya makhluk besar itupun dikalahkan oleh mamah, namun mahluk tersebut tak memberitahu detail siapa yg menyuruh nya, makhluk tersebut selalu berkata sama, bahwa kita sekelurga mengenal orang tersebut. Setalah berhasil mengusir nya, mamah langsung memeluk nenek, dan melepaskan ikatannya, nenekpun menangis,.. mamah pun ikut menangis, raga mamah terlihat mengeluarkan air mata saat itu, namun saudara yg melihat saat itu panik, takut mamah kenapa2 di alam gaib, tidak ada yg bisa menyusul karna banyak yg tidak sanggup masuk kealam itu, hanya orang2 tertentu yg dapat menembus, salah satunya mamah.
Singkat cerita.. mamah pun mengantar nenek ke kuburan yg sudah disediakan, namun pas dilihat mamah tidak melihat kuburan tapi yg terlihat adalah rumah yang cukup besar dan bercahaya, mamah dan nenek berpelukan untuk terakhir kalinya, namun mamah tidak mau pulang dan ingin ikut nenek di rumahnya yg baru, lalu kekek berjubah putih melarangnya dan menyuruh mamah untuk kembali kealamnya, karna masih banyak tugas yg belum diselesaikan dan memang mamah saat itu belum waktunya pulang. Mamah dan nenek saling berpisah, mamah melihat nenek masuk kerumah barunya sambil menangis.
Mamah kembali keraganya dengan selamat, dengan bgtu kelelahan, mamah pingsan saat itu, dan bbrpa saat kemudian lalu siuman, langsung nangis kejer.. saudara pun semua yg ikut menangis saat mendengar mamah cerita dialam gaib, bahwa nenek sudah pulang kerumah barunya.
Sekian.
Terimakasih yang sudah mau membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar