Sabtu, 14 November 2020

MATINYA SANG JAWARA

Kisah nyata,...


                 " Matinya sang jawara "

    Kejadian ini terjadi beberapa puluh tahun silam, dibilangan Jawa Barat. Ada sebuah desa dimana desa tersebut di kuasa oleh jawara yang sangat sakti. Tidak ada satupun yang berani melawan jawara tersebut, sampai aparat setempat pun kewalahan menghadapi jawara tersebut, sebut saja jawara itu kang Dadi. 
       Pada saat itu, ada seorang pemuda yang baru saja melangsungkan pernikahannya, pemuda itu bernama Udin, Dy menikahi gadis cantik bernama Ulfa, pernikahan yang sederhana itu berjalan lancar, namun Udin melakukan kesalahan, Dy lupa kalau di desanya dikendalikan oleh Kang dadi, Udin lupa tidak mengundang kang dadi diacara pernikahan nya. Seselsai acara tiba, pengantin baru itu pun melangsungkan malam pertama, malam yang ditunggu2 oleh Udin selama ini. 
"Aa, gak sabar ya .. ? Goda Ulfa kepada Udin yang sedari tadi memandangi tubuh mungil ulfa. 
"Astagfirullah... Maaf neng, khilaf" kata Udin sambil kaget 
" Atuhh teu kenapa2 a, kan kita udah sah, sabar ya neng hapus riasan dlu " jawab Ulfa sambil tersenyum 
" Hehe.. iya aa lupa neng .. aa grogi " saut Udin malu2 

Setelah bbrpa lama Ulfa selsai membersihkan badannya, Dy pun bergegas memakai baju sexi yg ibunya telah jahitkan untuk dirinya,  Ulfa mengingat nasihat ibunya untuk selalu memuaskan suami agar suami tidak jajan diluar, Ulfa terlihat senyum2 sendiri melihat dirinya memakai baju seminim dan setipis itu. Baru kali ini Dy memakai baju seperti itu. Hatinya  Dag dig dug,  entah nanti apa yg hrus dilakukan saat diatas ranjang bersama Udin.  Waktu bersamaan Udin merapikan dirinya dikamar mandi, setelah Udin keluar kamar mandi, Dan masuk kamar 
Betapa kagetnya Udin 

"Masyaallah .... " Teriak Udin sambil menutup mata
"Aahhh.. Aya naon a ?" Kaget Ulfa sambil iapun menutup 2 buah dada nya yg terbalut kain tipis. 

Udin perlahan membuka matanya, dan berjalan kearah Ulfa.. 
"Neng.. maaf aduh, meuni geulis pisan, ya Allah Gusti " puji syukur Udin 
"Bismilah nya neng.. kita laksanakan malam pertama kita, itu adalah kewajiban orang yang sudah menikah " nasihat Udin kepada Ulfa. Ulfa hanya mandut2 aja.
Udin pun membaca doa sebelum melakukan hubungan intim, kemudian tangannya mulai memberanikan memegang Ulfa, lalu perlahan wajahnya mendekati waja istrinya yang mungil, Ulfa pun menerima tanpa menolak. Sepertinya Udin berhasil membuat Ulfa merangsang.. saat beberapa menit kemudian terdengar suara 
" Braaaaakkkkkkk " 
"Astagfirullah apa itu " kata Udin kaget 

Kemudian pintu kamarnya tiba2 ada yang mendobrak.
"Braaaaakkkkkkk " 

Udin dan Ulfa tecengan melihat ada 2 orang yang masuk kamarnya, Udin langsung menutupi tubuh istinya yg sudah setengah telanjang. 
"Siapaa kalian .. " bentak Udin kepada 2 orang tersebut 
"Hhhaahaahaha.... " Suara tawa laki2 tersebut yang ternyata itu kang dadi jawara kampung. 

"Gk kenal sama w siapa, w dadi jawara kampung ini, siapa yg gk kenal sma w " jawab kang dadi sambil membentak

"Maaaff kang, ampun jangan sakiti saya sama istri saya". Mohon Udin kepada mang dadi 
"Gk bisa.. kalian sudah lancang, mengadakan pesta tanpa mengundang w " kata mang dadi sambil mendekati Udin 

Udin pun diseret oleh teman kang dadi, sementara Ulfa sudah menangis sedari tadi sambil menutupi tubuhnya. 
Tanpa basa basi, kang dadi menarik Ulfa, dan melemparnya keatas kasur, Ulfa menangis histeris, 
Sementara Udin tidak bisa berbuat apa2 , badannya ditahan oleh teman kang dadi yg bertubuh kekar. 
"Jangan.. kang.. jangan.. saya mohon " kata Udin sambil memohon 
Hatinya hancur melihat sang istri diperkosa didepan matanya, betapa bejatnya perbuatan kang dadi.
Ulfa menangis tak henti2 nya, Dy tidak percaya keperawanannya direnggut oleh manusia yang tak berakhlak seperti kang dadi. 

     Keesokan hari nya, kelurga dan 1 kampung sudah tahu  tentang kejadian semalam yang menimpa Udin dan Ulfa. Namun mereka hanya terdiam pasrah, mereka tidak tahu harus berbuat  apa.  semenjak kejadian itu Ulfa menjadi pemurung, sedangkan Udin, tak henti2 nya mencari cara untuk membalas dendam. 
Udin pun mendatangi seorang kiai dan beberapa aparat desa setempat. 
" Assalamu'alaikum" salam Udin 
"Walaikumsalam " jawab kiai dan bbrpa org lainnya, dirumah itu sudah ada beberapa orang penting, hadir jga polisi setempat. 
" Sinii nak Udin, duduk.. kebetulan kamu datang, kami merasakan apa yang kamu rasakan.. mari kita cari solusinya " ajak kiai tersebut kepada Udin. 
" Pak kiai, saya sudah tidak tahan lagi, rasanya saya ingin membunuh orang itu " bentak Udin seraya mengeluarkan unek2nya
"Kami semua paham, tapi tidak semudah itu " jawab aparat polisi 
"Kejadian seperti ini bukan hanya sekali, kami sudah melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan orang tersebut, namun hasilnya nihil, Dy mempunyai ilmu yang sangat kuat, sehingga ditembakpun tidak mati " sambung aparat polisi menjelaskan. 
"Kita harus bersabar nak Udin, yang kita hadapi ini bukan orang sembarangan.. kita harus mencari tahu kelemahannya " saut pak kiai menenangkan Udin yg sedari tadi sudah emosi.

     Sebulan berlalu dari kejadian yg menimpa kelurga Udin, kini keluarga yang lain mendapat perlakuan yang sama, namun masalahnya berbeda, sebut saja keluarga Lukman, Lukman mempunyai usaha gula merah, dahulu pembuatan gula merah dilakukan secara manual, yaitu dengan merebus sari gula yang sudah dikumpulkan diatas pohon kelapa, pada saat merebus gula dengan kuali yang besar, tidak jarang banyak warga yang datang untuk memakan nasi / ketan dengan kuah rebusan air gula tersebut. Rasanya nikmat.  
   Singkat cerita, entah ada masalah apa lumkan dengan mang dadi sehingga terjadi keributan di tempat usahanya tersebut, kuali   besar2 Yang sedang merebus sari Pati gula, hancur berantakan, mang dadi mengamuk disana dan mengancurkan semuanya. Pak Lukman hanya bisa terdiam melihat kejadian tersebut, banyak warga yang ikut prihatin menyaksikan kejadian tersebut. 
         Hari itu Udin mendatangi Lukman, merencanakan bagaimana membalas perbuatan kang dadi, namun Lukman hanya terdiam pasrah, karna Dy pun tahu bahwa kang dadi adalah seorang jawara.. tak ada yg bisa mengalahkannya. 
        Kejadian seperti ini menjadi hal biasa dikampung itu, pemerkosaan secara terang2an yg dilakukan mang dadi, pengambilan paksa barang milik warga dan sebagainya. Pada suatu hari, ada seorang balita bernama Gumilang yang sedang berkunjung kerumah kakeknya, balita tersebut tidak sengaja melihat perbuatan keji yg dilakukan mang dadi terhadap warga setempat. Entah kenapa balita tersebut terlihat sangat geram dengan mang dadi, kemudian Dy berbisik kepada kakeknya. 
" Kek.. aku tau cara mengalahkan orang itu" kata Gumilang sambil berbisik
Kakeknya pun mendengarkan cucunya tersebut. 
" Orang itu bisa dibunuh dengan sebilah bambu yang sudah di asah dengan tajam, bambu warna kuning, cara membunuhnya dengan cara dipenggal dengan bambu tersebut, namun tetesan darah tidak boleh menyentuh tanah, kepalanya harus langsung dimasukan kedalam karung tanpa meneteskan darah ketanah, kalau sampai kepalanya  jatuh ketanah, orang itu bisa menyatukan kembali kepala ketubuhnya, darah tidak boleh menetes ketanah karna kalau menetes tubuh bisa mencari keberadaaan kepalanya dan bisa menyatu kembali " tutur Gumilang menjelaskan seperti orang dewasa.  
Betapa kagetnya sang kakek cucunya yang balita bisa menjelaskan paparan seperti itu. Namun memang sedari kecil Gumilang seperti mempunyai kelebihan tersendiri, Dy terkadang seperti orang dewasa yang sudah mengerti semuanya permasalahan orang dewasa, tak jarang Dy memberi nasihat kepada orang yg lebih besar. 
      Tak lama, sikakek membawa Gumilang ketempat kiai, lalu menceritakan apa yang di ketahui oleh Gumilang mengenai kang dadi. Malam itupun kiai mengumpulkan orang2 yg penting disitu, Udin dan Lukman mendengar tersebut, mereka pun ikut hadir di rumah kiai tersebut. 
" Udin, Lukman .. silahkan masuk " sapa kiai 
"Baik pak, terimakasih" jawab Udin, Lukman hanya tersenyum 
"Kalian kemana saja, baru kelihatan" tanya kiai 
" Kami berdua mencari ilmu pak, kami berguru disuatu tempat.. kami ingin sekali mengalahkan orang tersebut, dendam saya terhadap orang tersebut tidak akan hilang selama Dy masih hidup dan berkeliaran di kampung kita " tutur Udin, ternyata selama ini Udin pergi dari kampungnya bersama Lukman, Dy berguru disuatu tempat untuk bisa menandingi kang Dadi. 
"Astagfirullah... " Saut kiai kaget mendengarnya. 
Bagaimana tidak dendam, Udin melihat istrinya diperkosa depan matanya, Dy sendiri pun belum pernah mencicipi tubuh istrinya yang cantik itu.

       Malam itupun dikumpulkannya beberapa orang termasuk kiai, Udin dan Lukman untuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk berperang dengan kang Dadi, setelah semua siap, mereka pun kerumah kang dadi untuk menantangnya. 
"Heiii.. dadi keluar kamu " teriak Udin depan rumah kang dadi 
"Braaakkk " suara pintu dibanting 
"Heeii siapaa itu yang berani menantang w, hhaa kalian udh punya nyali ? Cari mati ya kalian " jawab mang dadi seolah meremehkan. 
"Ayoo kita bertarung, tapi jangan disini, kita kearea persawahan " ajak Udin  
" Siapa takut... Kalian banyak w sendirian bisa ngalahin kalian semua, hhhaa" jawab kang dadi menyombongkan diri 
 Mereka pun kearah area persawahan, perkelahian pun dimulai, beberapa kali kang dadi menang, Udin dan lukam beberapakali terpental, kemudian kiai membaca doa meminta pertolongan kepada sang Maha Kuasa, dikeluarkan lah bambu yang sudah diasah tersebut. 

"Udin, Lukman dan 3 orang lainnya.. baca istigfar lalu bersama2 pegang orang itu dengan kuat " pinta kiai. 
Mereka bersamaan memegang tangan kang dadi, sesekali kang dadi memberonrak, namun dengan Izin Allah, mereka bisa dengan kuat memegang kang dadi. 
Lalu kiai tersebut dengan cepatnya menebas kepala kang dadi dengan bambu kuning, 
"Allahuakbar... " teriak kiai sambil mengayunkan bambu dan tepat mendarat dileher kang dadi.

Anehnya bambu itu menembus leher kang dadi sampai kepalanya putus.
buru2 dimasukannya kepala kang dadi kedalam karung, dan yang lainnya dengan hati2 supaya tidak ada darah yang menetes ketanah. Setelah itu Udin Lukman dan yg lainnya menghempaskan tubuh kang dadi ketanah,. Namun anehnya tubuh kang dadi langsung berdiri, tangannya meraba2 seperti mencari sesuatu. Mereka semuapun meninggalkan tubuh kang dadi di area persawahan. 
   Tubuhnya berputar2 mencari kepalanya yang sudah jauh dibawa kabur oleh Udin, kepala tersebut dibawa kesuatu tempat agar tak bisa di temukan, sampai tubuh kang dadi membusuk. 
      Setelah kematian kang dadi, warga merasa senang seperti terbebas dari penjajahan, desa itupun terlihat damai tanpa sosok kang dadi, rekan angket2 kang dadi pun di usir paksa oleh warga agar keluar dari kampung tersebut. 


Sekian. 

Note : 
Petik bagian positivnya ya temen2, cerita ini nyata, nama2 yg da ditokoh disamarkan, saya kemas lagi alur cerita ini agar menarik untuk dibaca. 
Tokoh Gumilang yang ada di cerita masih hidup. 


 Terimakasih sudah mau membaca ✋ 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar