Hyeee.. udah lama gk nyampah di blog, udah sekian lama yah hampir mau 5 tahun kali ya, gk nulis lgi. Maklum semenjak udh nikah dan punya baby jadi udh males nulis lagi. Insyaallah sekarang mau rutin nulis nih, tapi lebih ke horror.
Masih tahap belajar... 😁🙏 Semoga tetep konsisten untuk nulis terus ya.
Ini kisah nyata, saudara sendiri yang alamin. Saya kemas lagi semenarik mungkin. Selamat membaca. 😚
Penulis : Yessi Mareta
Dari : Tangerang
Based On True Story
“ Kejadian Mistis Saat Pulang Kampung “
Pada hari itu, mang Maman berencana ingin pulang kampung, ia bekerja di Jakarta sebagai tukang bangunan dan setelah proyek bangunan selesai ia di izinkan untuk libur. Sudah hampir satu tahun mang Maman merantau mengerjakan proyek di Jakarta.
Kamis pagi, mang Maman mengemas barang-barang nya, tidak semua barang di bawa pulang, karena beberapa minggu lagi ia akan kembali ke Jakarta untuk mengerjakan proyek tambahan, tapi ia izin kepada mandor untuk pulang karena kangen keluarga di kampung, akhirnya ia pun berangkat keterminal untuk naik bus ke kampungnya di daerah Jawa Barat tepatnya di Sukabumi. Tidak lupa mang Maman mampir untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta dikampung, hatinya senang sekali akhirnya bisa pulang kampung.
Sekitar pukul 10 pagi, ia sampai terminal dan mencari bus yang menuju arah kampungnya, anehnya bus yang biasa dinaiki sangat langka, lalu ia bertanya kepada petugas terminal bus yang akan ia naiki, dan ternyata busnya datang sekitar pukul 11 siang, mang Maman menunggu di terminal selama 1 jam. Sudah tidak sabar ia ingin cepat naik bus agar cepat sampai kampung.
Benar saja pukul 11 siang busnya pun sampai terminal, buru-buru mang Maman naik dan memilih duduk di belakang supir. Sudah hampir 1 jam berlalu tak ada satupun penumpang yang naik, akhirnya supir berjalan perlahan keluar terminal sembari mencari penumpang di jalan. Bus berjalan perlahan sekali membuat mang Maman gelisah karena waktu semakin siang, mang Maman takut kemalaman sampai kampung. Karena kampung mang Maman ada di kabupaten sukabumi, dari kota Sukabumi masih harus menempuh waktu 5 jam untuk sampai kampung halaman dan harus beberapa kali menaiki bus dan angkutan umum.
Pukul 3 sore bus sampai terminal Sukabumi, mang Maman harus menaiki angkutan umum untuk memotong jalan menuju terminal jalur yang lebih cepat, sampai lah ia bertemu bus yang mengarah ke kampung halaman, bus kecil walau agak terlihat rombeng, namun mang Maman tetap menaiki bus tersebut.
“dari pada kemaleman dijalan" pikir mang Maman.
Setelah beberapa jam perjalanan mang Maman terlelap tidur, ia dibangunkan oleh kenek gara-gara bus mogok. Semua penumpang turun untuk melihat, waktu menunjukan pukul 7 malam.
“haduhh, bisa-bisa kemaleman ini teh” gumam mang Maman gelisah
Sekitar pukul 7 lewat 30 menit bus pun menyala dan melanjutkan perjalanan. Jam 10 malam akhirnya mang Maman sampai dikampung halaman. Namun jam segitu sudah tidak ada ojek untuk masuk ke desa rumah kelurganya mang Maman. Mang Maman duduk di bale depan warung yang sudah tutup, sambil bingung bagaimana bisa sampai rumah. Desa itu sangat sepi, biasa dikampung setalah isya saja sudah sepi, apalagi sudah mau tengah malam seperti ini.
Mang Maman pun akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki menuju rumahnya yang berada lumayan jauh dari jalan utama, rumah dikampung saat itu masih jarang, satu rumah terpisah beberapa meter dengan rumah yang lain, penerangan pun sangat minim saat itu, ia tidak menemukan 1 pun orang dikampung itu. Tidak lama kemudian ia melihat ada rumah yang sedang dibangun dan terlihat ada beberapa org yg sedang duduk di teras rumah.
“Alhamdulillah, papangih jeung jelema (bertemu juga sma manusia)” kata mang Maman
Setelah sampai rumah tersebut mang Maman mengucapkan salam kepada laki-laki yang sedang duduk, ada 3 orang disana, namun anehnya wajah mereka pucat semua. Mang Maman tidak mau berpikir aneh-aneh, ia berpikir masa iya ada setan nongkrong rame-rame.
“Assalamualaikum kang” ucap mang Maman
“Walaikumsalam” saut 3 laki-laki tersebut
Namun masih menunduk
“Punten kang, nuju naon iye ? aduh urang ka petingen, tos uih dari kota (permisi mas, lagi pada ngapain, saya baru pulang dari kota)" kata mang Maman
Tidak ada yang menjawab, hanya ada 1 laki-laki yang langsung melihat mang Maman.
“Asa kenal, aduh poho saha nya? (Kaya kenal, tapi lupa, siapa ya? “ Timpal mang Maman sambil berpikir ,
“yeeh..mang Ali sanes? ( Mang Ali bukan ?)” Lanjut mang Maman sambil cengengesan.
Laki-laki itupun meng anggukan kepala, menandakan benar bahwa ia mang Ali.
Singkat cerita mereka akhirnya mengobrol, namun yang aneh hanya mang Ali yg berbicara dan meyauti ucapan mang Maman, disitu mang Maman disediakan kopi, sampai larut malam. ia pun membuka beberapa oleh-oleh dari kota untuk disantap bersama. Namun, tak ada satupun yang disantap oleh mereka bertiga. Waktu semakin larut, mang Maman ingin melanjutkan perjalanan namun oleh mang Ali tidak di izinkan karna waktu sudah tengah malam, dan menyuruhnya untuk menginap dirumah yang belum jadi itu.
Tanpa pikir panjang mang Maman akhirnya mengiyakan untuk menginap disana karna badan nya juga terasa sangat lelah. Mang Maman tidur diruang tengah, bersama ketiga lelaki itu. Mang Maman tidak menaruh curiga sama sekali terhadap mereka bertiga, badan nya sangat lelah sehingga malas untuk berfikir yang aneh-aneh.
Karena lelah mang Maman tidur duluan, ia sudah tidak sabar menyambut pagi untuk betemu sang ibu. Mang Maman terlelap dalam tidurnya dan bermimpi sangat aneh. ia bermimpi melihat mang Ali dan 2 orang temannya pergi kearah dapur dan kemudian satu persatu dari mereka menyeburkann diri ke lubang sumur yang ada belakang rumah.
Mang Maman bangun dengan kagetnya, dilihat samping kanan kiri tidak ada siapa-siapa, terlihat hari sudah mulai terang. Mang Maman mencari ketiga orang tersebut tapi tidak ketemu, mungkin mereka sedang beli bahan-bahan bangunan, pikir mang Maman. Mang Maman pun keluar dari rumah itu, ada beberapa warga yang lewat, tapi melihat mang Maman sangat aneh dan seperti orang ketakutan. Setelah beberapa lama jalan mang Maman melihat ada tukang ojek, akhirnya ia naik ojek menuju rumahnya agar lebih cepat sampai.
Sesampainya dirumah mang Maman sangat senang akhirnya bisa sampai juga ke rumah tercinta, bertemu sang ibu, mang Maman pun disambut hangat oleh keluarga, sambil ngopi dan duduk-duduk mang Maman menceritakan kejadian semalam kepada ibu nya. Bahwa sebetulnya ia sudah sampai kampung tadi malam, namun ia menginap dirumah yang selagi dibangun oleh mang Ali. Ibu mang Maman pun sontak kaget mendengar cerita dari anaknya, dan tidak percaya apa yg dialami oleh mang Maman.
Kemudian ibunya bercerita bahwa beberapa bulan yang lalu ada musibah yang mengerikan di rumah tersebut yang menimpa mang Ali dan rekan-rekannya. Mang Ali dan rekannya 2 orang tercebur di sumur, awalnya hanya 1 orang yang tercebur namun di tolong oleh mang Ali dan 1 rekannya lagi, namun naas mereka malah ketarik dan masuk kedalam sumur tersebut dan tidak tertolong, tidak ada yg tahu kejadian tersebut sampai beberapa hari sang keluarga dari mang Ali mencari dan curiga kenapa mang Ali tidak pulang-pulang kerumah, saat di telusuri mang Ali dan 2 orang rekannya sudah mengambang di sumur belakang rumah yang sedang dibangun.
Satu kampung di buat geger oleh kejadian itu. Mendengar cerita itu mang Maman pun sangat kaget dan tidak percaya bahwa semalaman ia bersama 3 orang arwah yg tercemplung di dalam sumur, mang Maman langsung merinding dan mengucap syukur dirinya tidak kenapa-kenapa. Keesokan harinya mang Maman jatuh sakit badannya deman, mungkin karena syok dengan apa yang ia alami kemarin.
Sekian.
Sekian. 😁
Terimakasih sudah mau membaca dan mampir ke blog saya.
See you, in the next stories 🥰✋
Tidak ada komentar:
Posting Komentar